Rabu, 21 Juli 2010
Selasa, 20 Juli 2010
Seputar Piala dunia 2010
Skuad Muda Jerman Tampil Gemilang
Bagi gelandang Sami Khedira, kemenangan Jerman sebagai juara ketiga saat menaklukkan Uruguay pada Minggu dinihari kemarin merupakan sebuah awal untuk hasil yang lebih baik.
Jerman, yang sempat difavoritkan menjadi juara dunia, harus takluk oleh gol tunggal Spanyol yang dibuat Carles Puyol di babak semifinal pada Kamis dinihari lalu. Kekalahan ini membuat impian skuad Der Panser untuk meraih gelar juara keempat kalinya pupus.
Untungnya, Philipp Lahm cs berhasil mengobati luka dengan menyabet posisi tiga sebagai hadiah hiburan. Itu setelah mereka menaklukkan Uruguay 3-2. Hasil yang dipetik Jerman itu sama persis dengan sukses yang mereka catat di Piala Dunia 2006, saat mereka menjadi tuan rumah.
“Ini semacam final dan kami melakukan segalanya untuk menang. Kami memiliki tim muda dan memberikan seruan kepada orang-orang dan kami dapat mencapai lebih baik lagi,” ujar Khedira kepada Sky Sport Italia.
Khedira, yang menjadi penentu kemenangan skuad DieMannschaaft di laga itu lalu melanjutkan, “Kami senang dengan cara kami bermain karena kami memberikan yang terbaik di pertandingan ini. Kami senang dengan kemenangan ini.”
Bermain di stadion Nelson Mandela Bay, skuad Der Panser yang turun dengan sejumlah pemain cadangan kembali bangkit dari keterpurukan usai kalah dari Spanyol. Mereka menampilkan penampilan impresif walau mendapat perlawanan sengit dari Uruguay.
Sempat mendapat tekanan dan tertinggal satu gol, Jerman sukses menunjukkan kapasitasnya sebagai tim juara dengan sukses meredam strategi serangan balik Diego Forlan Cs dan kembali unggul. Gol Jerman dibuat oleh Thomas Mueller, Marcell Jansen, dan Sami Khedira. Sedangkan Edinson Cavani dan Diego Forlan menjadi penyumbang gol La Celeste, julukan Uruguay.
Khedira mengaku puas atas pencapaian yang diraih timnya dan optimis bakal meraih hasil yang lebih baik lagi ke depannya, yakni menjadi juara dunia untuk keempat kalinya.
“Kami semua menunjukkan kekuatan kami di pertandingan ini dan anda bisa lihat apa yang terjadi pada akhirnya. Kini kami akan beristirahat dan berlibur, kami tim muda, tetapi kami ingin lebih dari ini dan ingin meraih hasil yang lebih bagus dan lebih besar, yakni juara dunia,” janji Khedira.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh gelandang lainnya Bastian Schweinsteiger. Kepada L’Equipe, gelandang Bayern Munchen itu menjelaskan, “Pertandingan ini sangat penting bagi fans kami di Jerman, yang sudah mendukung kami dengan gila. Untungnya kami menang, tetapi kekecewaan akibat kalah di semi-final masih ada. Tak semuanya positif.”
Tentang ketegangan dan menariknya pertandingan berlangsung, Schweinsteiger berpendapat, “Itu sudah terjadi, kami bangkit dari ketinggalan, dan itu menunjukkan karakter tim. Saya sangat bangga menjadi bagian dari tim ini. Kita harus lihat ke depan, kami masih bisa meraih banyak hal,” pungkas Schweini, panggilan Schweinsteiger.
Bagi gelandang Sami Khedira, kemenangan Jerman sebagai juara ketiga saat menaklukkan Uruguay pada Minggu dinihari kemarin merupakan sebuah awal untuk hasil yang lebih baik.
Jerman, yang sempat difavoritkan menjadi juara dunia, harus takluk oleh gol tunggal Spanyol yang dibuat Carles Puyol di babak semifinal pada Kamis dinihari lalu. Kekalahan ini membuat impian skuad Der Panser untuk meraih gelar juara keempat kalinya pupus.
Untungnya, Philipp Lahm cs berhasil mengobati luka dengan menyabet posisi tiga sebagai hadiah hiburan. Itu setelah mereka menaklukkan Uruguay 3-2. Hasil yang dipetik Jerman itu sama persis dengan sukses yang mereka catat di Piala Dunia 2006, saat mereka menjadi tuan rumah.
“Ini semacam final dan kami melakukan segalanya untuk menang. Kami memiliki tim muda dan memberikan seruan kepada orang-orang dan kami dapat mencapai lebih baik lagi,” ujar Khedira kepada Sky Sport Italia.
Khedira, yang menjadi penentu kemenangan skuad DieMannschaaft di laga itu lalu melanjutkan, “Kami senang dengan cara kami bermain karena kami memberikan yang terbaik di pertandingan ini. Kami senang dengan kemenangan ini.”
Bermain di stadion Nelson Mandela Bay, skuad Der Panser yang turun dengan sejumlah pemain cadangan kembali bangkit dari keterpurukan usai kalah dari Spanyol. Mereka menampilkan penampilan impresif walau mendapat perlawanan sengit dari Uruguay.
Sempat mendapat tekanan dan tertinggal satu gol, Jerman sukses menunjukkan kapasitasnya sebagai tim juara dengan sukses meredam strategi serangan balik Diego Forlan Cs dan kembali unggul. Gol Jerman dibuat oleh Thomas Mueller, Marcell Jansen, dan Sami Khedira. Sedangkan Edinson Cavani dan Diego Forlan menjadi penyumbang gol La Celeste, julukan Uruguay.
Khedira mengaku puas atas pencapaian yang diraih timnya dan optimis bakal meraih hasil yang lebih baik lagi ke depannya, yakni menjadi juara dunia untuk keempat kalinya.
“Kami semua menunjukkan kekuatan kami di pertandingan ini dan anda bisa lihat apa yang terjadi pada akhirnya. Kini kami akan beristirahat dan berlibur, kami tim muda, tetapi kami ingin lebih dari ini dan ingin meraih hasil yang lebih bagus dan lebih besar, yakni juara dunia,” janji Khedira.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh gelandang lainnya Bastian Schweinsteiger. Kepada L’Equipe, gelandang Bayern Munchen itu menjelaskan, “Pertandingan ini sangat penting bagi fans kami di Jerman, yang sudah mendukung kami dengan gila. Untungnya kami menang, tetapi kekecewaan akibat kalah di semi-final masih ada. Tak semuanya positif.”
Tentang ketegangan dan menariknya pertandingan berlangsung, Schweinsteiger berpendapat, “Itu sudah terjadi, kami bangkit dari ketinggalan, dan itu menunjukkan karakter tim. Saya sangat bangga menjadi bagian dari tim ini. Kita harus lihat ke depan, kami masih bisa meraih banyak hal,” pungkas Schweini, panggilan Schweinsteiger.
Seputar Piala dunia 2010
THE LAST BATTLE: SPANYOL VS NETHERLANDS
Si Paul Tak Jadi Digoreng!
Si Paul Tak Jadi Digoreng!
Lagi-lagi Paul Octopus kembali meramalkan dengan tepat!
Setelah meramalkan kekalahan Jerman pada duel sebelumnya, gurita yang tinggal di Aquarium Sea Life, Oberhausen, Jerman itu, sukses meramalkan kemenangan Spanyol atas Belanda.
Keajaiban Paul ini juga sekaligus membantah beberapa pesaingannya (para binatang yang meramal) seperti Pino, seekor kera di Talinn, Estonia. Dan Mani, seekor parkit dari Singapura yang mendukung Belanda.
Ketepatan ramalan Paul ini menjadi kisah yang boleh jadi akan mengiringi lembar sejarah tercatatnya Spanyol sebagai juara baru piala dunia.
Ramalan yang akurat itu boleh jadi juga menyelamatkan nyawa si gurita dari ancaman orang-orang yang mungkin sudah merencanakan sesuatu apabila ramalan Paul terbukti keliru. Spanyol menang, bagi pendukung Spanyol tentu saja ini berarti baik juga bagi si Paul.
Heitinga Dikartu Merah, Spanyol Di Atas Angin
Belanda terpakasa bermain dengan sepuluh orang setelah John Heitinga diganjar kartu kuning untuk kali kedua oleh wasit setelah menjatuhkan Inesta pada menit 109.
Akumulasi kartu tersebut memaksa Heitinga untuk keluar lapangan sekaligus hukuman yang diganjar hadiah tendangan bebas kepada kubu Spanyol.
Namun, dalam eksekusinya, Xavi belum mampu membawa Spanyol unggul atas lawan beratnya, Belanda.
Dengan bermain dengan 10 pemain, Belanda sangat dirugikan sehingga permainan semakin memanas dengan kekerasan.
Sudah 8 Kartu Kuning Dikeluarkan
Hingga memasuki babak kedua sedikitnya sudah delapan kartu kuning dibagikan wasit Webb.
Kedelapan kartu kuning tersebut dibagikan kepada pemain dari kedua kubu. Di Kubu Belanda ada Bommel, De Jong, Giovanni van Bronckhorst dan Heitinga serta Van Persie. Sedang dari kubu Matador, Sergio Ramos, Capdevila dan Puyol mendapat jatah kartu kuning.
Mudahnya Webb mengeluarkan kartu kuning menambah ketegangan kedua klub. Pasalnya, tindakan Webb tersebut terkesan berlebihan.
Belanda Nyaris Ubah Skor
Memasuki babak kedua, pertandingan final, Spanyol dan Belanda sama-sama meningkatkan serangang. hasil 0-0 yang belum berubah memaksa kedua kubu untuk menambah intensitas serangan.
Belanda, lewat Robben hampir merubah pisisi pada menit ke 57. Sayang, tendangannya masih pelan sehingga memudahkan Casillas menangkap bola.
Pada menit 59, lagi-lagi Robben nyaris membekap pemain Spanyol setelah aksinya yang mengecoh pemain belakang. Lolos dari kawalkan Puyol, Robben lagi-lagi berhadapan langsung dengan Casillas. Namun tembakannya mampu ditepis Casillas dengan kaki.
Seputar Piala dunia 2010
Gracias Afsel!
Secara umum negara baru berkembang itu cukup sukses menyelenggarakan Piala Dunia yang glamour. Tak ada ungkapan terdalam selain mengucapkan terima kasih, gracias begitu kata skuad Spanyol yang beruntung kali ini.
Memang sejak putaran final dihelat, “bunyi-bunyian” tentang kekurangan Afsel senyaring Vuvuzela. Mulai dari buruknya transportasi, akomodasi sampai masalah keamanan. Tapi bagi penikmat bola sejati, Afrika Selatan menyisakan catatan-catatan “aneh” dan momen yang sangat menegangkan. Itulah mengapa publik dunia pantas memberikan kata terima kasih kepada Afrika Selatan.
Adapun fakta baru Piala Dunia 2010 dimulai dari fenomena Afrika Selatan sebagai wakil pertama benua Hitam yang ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah. Ya, dari 19 edisi Piala Dunia, Afsel mencatatkan diri sebagai tuan rumah pertama dari Afrika.
Gelar perdana juga ditorehkan Spanyol yang mengalahkan Belanda 1-0 di babak final. Setelah 12 kali gagal, La Furia Roja akhirnya mampu menggenggam trofi juara dunia pertamanya di partisipasi ke-13. Selain itu, Iker Casillas dkk juga mencatatkan diri sebagai tim pertama yang mampu menjadi juara usai takluk di laga perdana.
Seperti diketahui, ketika mereka memulai perjuangan di Afsel, Spanyol dipaksa kalah 0-1 dari Swiss di penyisihan Grup.
Selain tuan rumah dan juara perdana, yang juga menarik untuk disimak tentu terciptanya gol, kartu merah, kuning serta tim yang pertama kali mengikuti ajang bergengsi di jagad raya.
Menurut data dari berbagai sumber, gol pertama di Piala Dunia 2010 tercatat dicetak oleh pemain tuan rumah, Siphiwe Tshabalala yang membawa Afsel mengungguli Meksiko di menit ke-55. Sayang, gol perdana Tsabalala tak mampu membawa timnya meraih angka penuh. Bafana-Bafana dipaksa berbagi angka di laga pembuka setelah Rafael Marquez mencetak gol balasan dan memaksakan laga diakhiri dengan skor 1-1.
Sementara untuk pemain pertama yang mencetak gol bunuh diri dicatatkan atas nama Simon Poulsen saat Denmark menyerah 0-2 dari Belanda di laga pertama babak penyisihan Grup E. Sedangkan gol pertama yang tercipta melalui tendangan penalti dilesakkan bomber Ghana, Asamoah Gyan menyusul handball yang dilakukan pemain Serbia, Zdravko Kuzmanovic. Ghana pun menang 1-0.
Setelah dua laga pembuka berakhir imbang (Afsel 1-1 Meksiko dan Paraguay 0-0 Prancis), Korea Selatan menjadi tim pertama yang mampu meraih angka penuh. Skuad Taeguk Warriors meraih tiga angka pertamanya usai membungkam jawara Eropa 2004, Yunani 2-0.
Untuk urusan kartu, pemain pertama yang mencatatkan dirinya sebagai korban kartu merah wasit adalah pemain Uruguay, Nicolas Lodeiro. Lodeiro menerima kartu merah langsung dari wasit saat Uruguay bermain imbang 0-0 melawan Prancis. Sementara Itumeleng Khune menjadi kiper pertama yang menerima kartu merah. Khune dikartu merah wasit Massimo Busacca, saat Afsel ditekuk Uruguay, tiga gol tanpa balas.
Terakhir, yang juga menarik untuk disimak adalah tim yang harus angkat koper pertama dan tim yang mencatatkan debut pertamanya di Piala Dunia. Untuk tim yang gugur pertama kali adalah Kamerun. Samuel Eto’o dkk harus pulang paling awal setelah tak mampu mencetak satu pun poin, karena menelan tiga kekalahan di tiga laga penyisihan: masing-masing dari Jepang (0-1), Denmark (1-2) dan kalah 1-2 dari Belanda.
Dari 32 kontestan yang tampil, Slovakia mencatatkan diri sebagai satu-satunya tim yang mencatatkan debut di Piala Dunia usai memecahkan diri dari Cekoslovakia dan membentuk timnas sendiri pada 1993. Prestasi Slovakia dalam debut perdananya pun terbilang mengesankan.
Spanyol Pesta, 18 Miliar Melayang
Pesta besar-besaran menyambut skuad Spanyol di Madrid usai sukses merebut Piala Dunia untuk kali pertama. Pesta ini diperkirakan akan berlangsung selama 36 jam nonstop.
Seperti dilansir YahooSports, Senin, (12/7), Spanyol tidak akan tinggal lebih lama di Afrika Selatan. Mereka segera bertolak ke Madrid, Minggu malam tak lama usai mengalahkan Belanda 1-0 di final Piala Dunia 2010.
Agenda arak-arakan sudah disiapkan untuk menyambut kedatangan tim La Furia Roja, Senin 12 Juli 2010 waktu setempat. Para pemain akan diarak sepanjang jalan di Madrid, dan dilanjutkan bertemu dengan keluarga, petinggi negara, serta anggota Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF).
Pasukan Vicente del Bosque diperkirakan tiba di Bandara Barajas Madrid, Senin siang. Setelah menerima ucapan selamat dari Perdana Menteri Jose Luis Zapatero, para pemain akan melanjutkan pesta hingga Selasa malam.
“Tidak akan ada orang yang tertidur kali ini. Momen ini sangat spesial, ajaib. Kami akan menikmatinya,” ujar kiper sekaligus kapten tim Iker Casillas.
Usai disambut perdana menteri di Istana Moncloa, mereka selanjutnya diarak menggunakan bus tanpa atap di sepanjang jalanan Madrid yang diperkirakan bakal disesaki ratusan ribu massa.
Bus selanjutnya akan berhenti di Principe Pio, sebuah kawasan perbukitan terkenal di sebelah barat Madrid. Di tempat ini, jumlah massa diperkirakan lebih besar. Trofi Piala Dunia dan pemain akan diperlihatkan di tempat ini.
Setelah itu, pemain akan menjalani jamuan makan di sebuah restoran yang menyajikan makanan tradisional Spanyol bersama keluarga, kerabat dan rekan terdekat. Pada malam harinya, pesta dilanjutkan di sebuah night club ternama di Madrid, New Garamond. Hanya penerima undangan yang bisa hadir di pesta itu.
Pesta belum berhenti. Para pemain akan bangun di pagi buta untuk tampil di berbagai acara pagi televisi. Mereka selanjutnya sarapan di rumah Casillas.
Mereka juga akan menyaksikan rekaman pertandingan, dan menerima kunjungan para sponsor. Setelah itu, pemain pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat.
Pesta selama 36 jam nonstop ini diperkirakan menghabiskan biaya hingga $2 juta alias Rp 18 miliar lebih yang sebagian besar digunakan untuk biaya keamanan. Kendati demikian, angka itu tidak membuat kerugian kepada Pemerintah Spanyol.
Panitia PD 2010 Puas Mandela Pun Senang
Piala Dunia 2010 telah berakhir. Spanyol muncul sebagai juara baru setelah menundukkan Belanda dengan satu gol di laga final. Danny Jordaan selaku Ketua Panitia Penyelenggara Piala Dunia 2010 mengaku sangat puas setelah laga final Piala Dunia pertama di tanah Afrika dapat berjalan sukses.
Jordaan merasa ada perasaan suka duka saat para suporter memberi dukungan untuk kedua tim setelah wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir.
“Setengah diri saya merasa ada di Belanda dan lainnya di Spanyol. Namun saya merasa hebat. Gelaran Piala Dunia yang diminati jutaan orang dunia telah berakhir dan sekarang dunia tahu bahwa negara ini punya kapasitas dan kemampuan untuk menyajikan sebuah pagelaran dunia,” kata Jordaan kepada football 365.co.za.
Dalam laga final yang diadakan di stadion Soccer City, Johannesburg tersebut, Jordaan tak henti-hentinya memuji persiapan negaranya untuk menyambut laga terakhir tersebut.
“Merupakan laga final dan upacara penutupan yang menakjubkan.Teriakan para suporter juga sangat luar biasa. Stadionnya juga sangat indah. Saya rasa saya belum pernah melihat stadion yang seindah ini di dunia,” tuturya.
Jordaan juga menambahkan, “Saya yakin jutaan orang di dunia yang menonton akan sangat terkesan dengan apa yang terjadi malam ini.”
Malam itu, Jordaan juga berkesempatan bertemu dengan bekas Presiden Afsel Nelson Mandela yang akhirnya memutuskan hadir. Sayangnya, karena kondisinya kesehatannya yang kurang baik, Mandela hanya datang sebentar tepat sebelum perayaan penutupan dimulai untuk menyambut para fans.
“Itu menakjubkan. Saya bertemu Mandela di dalam mobil dan hal pertama yang dia katakan adalah ‘Danny, saya sangat senang berada disini’ dan dia tersenyum lebar. Sungguh spesial dia ingin datang hanya untuk menemui kami rakyat Afrika. Kami akan sangat berterima kasih untuknya karena telah datang ke momen yang luar biasa ini.”
Secara umum negara baru berkembang itu cukup sukses menyelenggarakan Piala Dunia yang glamour. Tak ada ungkapan terdalam selain mengucapkan terima kasih, gracias begitu kata skuad Spanyol yang beruntung kali ini.
Memang sejak putaran final dihelat, “bunyi-bunyian” tentang kekurangan Afsel senyaring Vuvuzela. Mulai dari buruknya transportasi, akomodasi sampai masalah keamanan. Tapi bagi penikmat bola sejati, Afrika Selatan menyisakan catatan-catatan “aneh” dan momen yang sangat menegangkan. Itulah mengapa publik dunia pantas memberikan kata terima kasih kepada Afrika Selatan.
Adapun fakta baru Piala Dunia 2010 dimulai dari fenomena Afrika Selatan sebagai wakil pertama benua Hitam yang ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah. Ya, dari 19 edisi Piala Dunia, Afsel mencatatkan diri sebagai tuan rumah pertama dari Afrika.
Gelar perdana juga ditorehkan Spanyol yang mengalahkan Belanda 1-0 di babak final. Setelah 12 kali gagal, La Furia Roja akhirnya mampu menggenggam trofi juara dunia pertamanya di partisipasi ke-13. Selain itu, Iker Casillas dkk juga mencatatkan diri sebagai tim pertama yang mampu menjadi juara usai takluk di laga perdana.
Seperti diketahui, ketika mereka memulai perjuangan di Afsel, Spanyol dipaksa kalah 0-1 dari Swiss di penyisihan Grup.
Selain tuan rumah dan juara perdana, yang juga menarik untuk disimak tentu terciptanya gol, kartu merah, kuning serta tim yang pertama kali mengikuti ajang bergengsi di jagad raya.
Menurut data dari berbagai sumber, gol pertama di Piala Dunia 2010 tercatat dicetak oleh pemain tuan rumah, Siphiwe Tshabalala yang membawa Afsel mengungguli Meksiko di menit ke-55. Sayang, gol perdana Tsabalala tak mampu membawa timnya meraih angka penuh. Bafana-Bafana dipaksa berbagi angka di laga pembuka setelah Rafael Marquez mencetak gol balasan dan memaksakan laga diakhiri dengan skor 1-1.
Sementara untuk pemain pertama yang mencetak gol bunuh diri dicatatkan atas nama Simon Poulsen saat Denmark menyerah 0-2 dari Belanda di laga pertama babak penyisihan Grup E. Sedangkan gol pertama yang tercipta melalui tendangan penalti dilesakkan bomber Ghana, Asamoah Gyan menyusul handball yang dilakukan pemain Serbia, Zdravko Kuzmanovic. Ghana pun menang 1-0.
Setelah dua laga pembuka berakhir imbang (Afsel 1-1 Meksiko dan Paraguay 0-0 Prancis), Korea Selatan menjadi tim pertama yang mampu meraih angka penuh. Skuad Taeguk Warriors meraih tiga angka pertamanya usai membungkam jawara Eropa 2004, Yunani 2-0.
Untuk urusan kartu, pemain pertama yang mencatatkan dirinya sebagai korban kartu merah wasit adalah pemain Uruguay, Nicolas Lodeiro. Lodeiro menerima kartu merah langsung dari wasit saat Uruguay bermain imbang 0-0 melawan Prancis. Sementara Itumeleng Khune menjadi kiper pertama yang menerima kartu merah. Khune dikartu merah wasit Massimo Busacca, saat Afsel ditekuk Uruguay, tiga gol tanpa balas.
Terakhir, yang juga menarik untuk disimak adalah tim yang harus angkat koper pertama dan tim yang mencatatkan debut pertamanya di Piala Dunia. Untuk tim yang gugur pertama kali adalah Kamerun. Samuel Eto’o dkk harus pulang paling awal setelah tak mampu mencetak satu pun poin, karena menelan tiga kekalahan di tiga laga penyisihan: masing-masing dari Jepang (0-1), Denmark (1-2) dan kalah 1-2 dari Belanda.
Dari 32 kontestan yang tampil, Slovakia mencatatkan diri sebagai satu-satunya tim yang mencatatkan debut di Piala Dunia usai memecahkan diri dari Cekoslovakia dan membentuk timnas sendiri pada 1993. Prestasi Slovakia dalam debut perdananya pun terbilang mengesankan.
Spanyol Pesta, 18 Miliar Melayang
Pesta besar-besaran menyambut skuad Spanyol di Madrid usai sukses merebut Piala Dunia untuk kali pertama. Pesta ini diperkirakan akan berlangsung selama 36 jam nonstop.
Seperti dilansir YahooSports, Senin, (12/7), Spanyol tidak akan tinggal lebih lama di Afrika Selatan. Mereka segera bertolak ke Madrid, Minggu malam tak lama usai mengalahkan Belanda 1-0 di final Piala Dunia 2010.
Agenda arak-arakan sudah disiapkan untuk menyambut kedatangan tim La Furia Roja, Senin 12 Juli 2010 waktu setempat. Para pemain akan diarak sepanjang jalan di Madrid, dan dilanjutkan bertemu dengan keluarga, petinggi negara, serta anggota Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF).
Pasukan Vicente del Bosque diperkirakan tiba di Bandara Barajas Madrid, Senin siang. Setelah menerima ucapan selamat dari Perdana Menteri Jose Luis Zapatero, para pemain akan melanjutkan pesta hingga Selasa malam.
“Tidak akan ada orang yang tertidur kali ini. Momen ini sangat spesial, ajaib. Kami akan menikmatinya,” ujar kiper sekaligus kapten tim Iker Casillas.
Usai disambut perdana menteri di Istana Moncloa, mereka selanjutnya diarak menggunakan bus tanpa atap di sepanjang jalanan Madrid yang diperkirakan bakal disesaki ratusan ribu massa.
Bus selanjutnya akan berhenti di Principe Pio, sebuah kawasan perbukitan terkenal di sebelah barat Madrid. Di tempat ini, jumlah massa diperkirakan lebih besar. Trofi Piala Dunia dan pemain akan diperlihatkan di tempat ini.
Setelah itu, pemain akan menjalani jamuan makan di sebuah restoran yang menyajikan makanan tradisional Spanyol bersama keluarga, kerabat dan rekan terdekat. Pada malam harinya, pesta dilanjutkan di sebuah night club ternama di Madrid, New Garamond. Hanya penerima undangan yang bisa hadir di pesta itu.
Pesta belum berhenti. Para pemain akan bangun di pagi buta untuk tampil di berbagai acara pagi televisi. Mereka selanjutnya sarapan di rumah Casillas.
Mereka juga akan menyaksikan rekaman pertandingan, dan menerima kunjungan para sponsor. Setelah itu, pemain pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat.
Pesta selama 36 jam nonstop ini diperkirakan menghabiskan biaya hingga $2 juta alias Rp 18 miliar lebih yang sebagian besar digunakan untuk biaya keamanan. Kendati demikian, angka itu tidak membuat kerugian kepada Pemerintah Spanyol.
Panitia PD 2010 Puas Mandela Pun Senang
Piala Dunia 2010 telah berakhir. Spanyol muncul sebagai juara baru setelah menundukkan Belanda dengan satu gol di laga final. Danny Jordaan selaku Ketua Panitia Penyelenggara Piala Dunia 2010 mengaku sangat puas setelah laga final Piala Dunia pertama di tanah Afrika dapat berjalan sukses.
Jordaan merasa ada perasaan suka duka saat para suporter memberi dukungan untuk kedua tim setelah wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir.
“Setengah diri saya merasa ada di Belanda dan lainnya di Spanyol. Namun saya merasa hebat. Gelaran Piala Dunia yang diminati jutaan orang dunia telah berakhir dan sekarang dunia tahu bahwa negara ini punya kapasitas dan kemampuan untuk menyajikan sebuah pagelaran dunia,” kata Jordaan kepada football 365.co.za.
Dalam laga final yang diadakan di stadion Soccer City, Johannesburg tersebut, Jordaan tak henti-hentinya memuji persiapan negaranya untuk menyambut laga terakhir tersebut.
“Merupakan laga final dan upacara penutupan yang menakjubkan.Teriakan para suporter juga sangat luar biasa. Stadionnya juga sangat indah. Saya rasa saya belum pernah melihat stadion yang seindah ini di dunia,” tuturya.
Jordaan juga menambahkan, “Saya yakin jutaan orang di dunia yang menonton akan sangat terkesan dengan apa yang terjadi malam ini.”
Malam itu, Jordaan juga berkesempatan bertemu dengan bekas Presiden Afsel Nelson Mandela yang akhirnya memutuskan hadir. Sayangnya, karena kondisinya kesehatannya yang kurang baik, Mandela hanya datang sebentar tepat sebelum perayaan penutupan dimulai untuk menyambut para fans.
“Itu menakjubkan. Saya bertemu Mandela di dalam mobil dan hal pertama yang dia katakan adalah ‘Danny, saya sangat senang berada disini’ dan dia tersenyum lebar. Sungguh spesial dia ingin datang hanya untuk menemui kami rakyat Afrika. Kami akan sangat berterima kasih untuknya karena telah datang ke momen yang luar biasa ini.”
Seputar Piala dunia 2010
Gagal Hattrick Robben Trauma
Untuk ketiga kalinya, Belanda gagal mengakhiri final Piala Dunia dengan kemenangan. Kegagalan ini rupanya membuat skuad Der Oranje trauma, terutama Arjen Robben.
Belanda ditaklukkan Spanyol 0-1 dalam laga final yang digelar Senin (12/7) dinihari. Ketatnya laga membuat kedua tim menjalani babak extra time. Ironisnya, Sneijder dkk kemasukan gol lewat Andres Iniesta di beberapa menit terakhir jelang babak tambahan kedua berakhir.
Belanda sebenarnya punya kesempatan untuk membuat gol dulu lewat beberapa peluang yang diciptakan Arjen Robben. Sayang, sayap Bayern Muenchen itu kurang tenang saat sudah berhadapan one-on-one dengan kiper Iker Casillas. Padahal, Robben dua kali punya kesempatan seperti itu.
“Saya akan terus memikirkan hari-hari seperti saat ini. Sungguh menyakitkan ketika kami kehilangan kesempatan,” ujar Robben di situs resmi FIFA.
Tak hanya Robben, pelatih Bert Van Marwiijk pun juga merasa trauma dengan kekalahan tim besutannya. Marwiijk terlihat kurang mood saat memimpin pasukannya mengunjungi Perdana Menteri Peter Balkenende dan Ratu Beatrice. “Pikiran ini terus ada dalam kepala saya. Sebab kami begitu dekat (dengan juara). Kami seharusnya bisa menang,” tandas Van Marwijk kepada AD Sportwelerd.
Skuad Oranye pantas trauma dan kecewa karena mereka harus menunggu selama 32 tahun untuk tampil di final. Belanda pernah mencapai final Piala Dunia pada tahun 1974 dan 1978. Pada tahun 1974 mereka kalah oleh Jerman Barat 2-1, lalu pada tahun 1978 giliran Argentina yang menjungkalkan mereka dengan skor 3-1.
Tak hanya gagal juara, performa Belanda selama Piala Dunia Afsel juga tercoreng dengan penampilan kasar yang ditunjukkan mereka. Ketika tim juara Spanyol dinobatkan sebagai tim Fair Play, Belanda tercatat sebagai tim paling “kotor”. Bagaimana tidak, Der Oranje menjadi tim terbanyak yang meneirima kartu kuning (22) dan tim yang paling banyak melakukan pelanggaran selama Piala Dunia Afsel (126 kali).
Prandelli Kritik FIFA
Piala Dunia 2010 di tanah Afrika telah berakhir dengan menyisakan banyak kisah kontroversi. Pelatih baru Italia Cesare Prandelli angkat bicara mengenai hal tersebut.
Menurutnya, memang sudah saatnya beberapa perubahan dalam peraturan sepakbola dilakukan, mulai dari penggunaan teknologi sampai waktu pertandingan.
Kepemimpinan wasit dipertanyakan di Piala Dunia 2010 karena adanya beberapa keputusan yang dinilai tak tepat. Beberapa contohnya dapat dilihat mengenai perkara gol Inggris ke gawang Jerman dan gol Argentina ke gawang Meksiko, yang mana keduanya terjadi di babak 16 besar.
Akibat blunder wasit tersebut, FIFA pun jadi sorotan publik dan akhirnya berjanji akan meninjau ulang penggunaan teknologi dalam pertandingan, padahal sebelumnya mereka menentang hal tersebut, tak terkecuali Presiden FIFA Sepp Blatter.
Prandelli setuju dengan penggunaan teknologi ini. “Teknologi harus dipergunakan. Wasit harusnya memiliki sebuah mikrofon sehingga kita semua bisa mendengar apa yang dia putuskan,” tukas Prandelli di Football Italia.
Suksesor Marcello Lippi tersebut menilai bahwa FIFA tidak belajar dari kesalahan masa lalu karena menolak penggunaan teknologi video untuk membantu wasit dalam memutuskan.
“Anda harus bilang bahwa teknologi video sudah eksis. Lihat saja final Piala Dunia 2006 di Berlin, terkait diusirnya Zinedine Zidane. Ofisial keempat bilang kepada wasit apa yang terjadi setelah dia melihat tayangan ulang di monitor. Mereka tak mengakui hal itu, tapi inilah yang terjadi,” papar bekas pelatih Fiorentina itu.
Pelatih yang diharapkan sukses melakukan regenerasi pemain di timnas Italia tersebut pun punya usulan lain terkait format waktu pertandingan yang selama ini berlaku 2x45 menit. “Kita harusnya punya periode pertandingan 2x30 menit, di mana waktu hanya berjalan saat bola sedang dimainkan. Seperti yang dilakukan di olahraga basket,” pungkasnya.
Mudik Skuad Oranye Dikawal Dua Jet F-16
Jakarta, RMOL. Gagal meraih trofi Piala Dunia, pemain Belanda tetap mendapat sambutan luar biasa ketika mendarat di Bandara Schiphol, Amsterdam. Bahkan, sambutan itu sudah diberikan ketika rombongan masih di udara.
AFP kemarin melansir, armada Belanda menggunakan pesawat KLM Boeing 777 dengan gambar bendera Belanda di bagian depan. Pesawat tersebut mendapat pengawalan dua jet tempur F-16, satu di antaranya berwarna oranye.
Dentuman meriam langsung meledak ketika pesawat mendarat pada pukul 5.20 sore waktu setempat. Bukan itu saja, ketika pemain menjejakkan kaki di Bandara, mereka melintasi karpet oranye menuju ruangan kedatangan.
Ratusan karyawan di Bandara Schiphol menghentikan pekerjaan mereka agar bisa mendekat ke arah pemain sekadar berfoto bersama. Pemain pun mendapat kalungan bunga.
Sekelompok fans fanatik Belanda yang dikenal dengan sebutan Oranje Elftal (Orange Eleven) sudah mendatangi Bandara dengan harapan bisa memberikan pujian kepada pemain. Namun mereka tak bisa mendekat, dan harus puas menyaksikan pemain kesayangannya dari jarak jauh.
Setelah melakukan wawancara dengan ratusan wartawan, para pemain dengan menggunakan bus kemudian menuju sebuah hotel di tepi kota Noordwijk untuk berkumpul dengan keluarga.
Awalnya pemain akan diangkut oleh helikopter. Tapi karena situasi tak memungkinkan, mereka memilih naik bus.
Kemarin pagi, pemain dijamu Ratu Beatrix dan Perdana Menteri Jan Peter Balkenende di Hague. Siang harinya, mereka diberikan penghormatan khusus dengan diarak di atas perahu di kanal Amsterdam, serta penghargaan khusus yang akan dihadiri puluhan ribu fans Belanda.
Untuk ketiga kalinya, Belanda gagal mengakhiri final Piala Dunia dengan kemenangan. Kegagalan ini rupanya membuat skuad Der Oranje trauma, terutama Arjen Robben.
Belanda ditaklukkan Spanyol 0-1 dalam laga final yang digelar Senin (12/7) dinihari. Ketatnya laga membuat kedua tim menjalani babak extra time. Ironisnya, Sneijder dkk kemasukan gol lewat Andres Iniesta di beberapa menit terakhir jelang babak tambahan kedua berakhir.
Belanda sebenarnya punya kesempatan untuk membuat gol dulu lewat beberapa peluang yang diciptakan Arjen Robben. Sayang, sayap Bayern Muenchen itu kurang tenang saat sudah berhadapan one-on-one dengan kiper Iker Casillas. Padahal, Robben dua kali punya kesempatan seperti itu.
“Saya akan terus memikirkan hari-hari seperti saat ini. Sungguh menyakitkan ketika kami kehilangan kesempatan,” ujar Robben di situs resmi FIFA.
Tak hanya Robben, pelatih Bert Van Marwiijk pun juga merasa trauma dengan kekalahan tim besutannya. Marwiijk terlihat kurang mood saat memimpin pasukannya mengunjungi Perdana Menteri Peter Balkenende dan Ratu Beatrice. “Pikiran ini terus ada dalam kepala saya. Sebab kami begitu dekat (dengan juara). Kami seharusnya bisa menang,” tandas Van Marwijk kepada AD Sportwelerd.
Skuad Oranye pantas trauma dan kecewa karena mereka harus menunggu selama 32 tahun untuk tampil di final. Belanda pernah mencapai final Piala Dunia pada tahun 1974 dan 1978. Pada tahun 1974 mereka kalah oleh Jerman Barat 2-1, lalu pada tahun 1978 giliran Argentina yang menjungkalkan mereka dengan skor 3-1.
Tak hanya gagal juara, performa Belanda selama Piala Dunia Afsel juga tercoreng dengan penampilan kasar yang ditunjukkan mereka. Ketika tim juara Spanyol dinobatkan sebagai tim Fair Play, Belanda tercatat sebagai tim paling “kotor”. Bagaimana tidak, Der Oranje menjadi tim terbanyak yang meneirima kartu kuning (22) dan tim yang paling banyak melakukan pelanggaran selama Piala Dunia Afsel (126 kali).
Prandelli Kritik FIFA
Piala Dunia 2010 di tanah Afrika telah berakhir dengan menyisakan banyak kisah kontroversi. Pelatih baru Italia Cesare Prandelli angkat bicara mengenai hal tersebut.
Menurutnya, memang sudah saatnya beberapa perubahan dalam peraturan sepakbola dilakukan, mulai dari penggunaan teknologi sampai waktu pertandingan.
Kepemimpinan wasit dipertanyakan di Piala Dunia 2010 karena adanya beberapa keputusan yang dinilai tak tepat. Beberapa contohnya dapat dilihat mengenai perkara gol Inggris ke gawang Jerman dan gol Argentina ke gawang Meksiko, yang mana keduanya terjadi di babak 16 besar.
Akibat blunder wasit tersebut, FIFA pun jadi sorotan publik dan akhirnya berjanji akan meninjau ulang penggunaan teknologi dalam pertandingan, padahal sebelumnya mereka menentang hal tersebut, tak terkecuali Presiden FIFA Sepp Blatter.
Prandelli setuju dengan penggunaan teknologi ini. “Teknologi harus dipergunakan. Wasit harusnya memiliki sebuah mikrofon sehingga kita semua bisa mendengar apa yang dia putuskan,” tukas Prandelli di Football Italia.
Suksesor Marcello Lippi tersebut menilai bahwa FIFA tidak belajar dari kesalahan masa lalu karena menolak penggunaan teknologi video untuk membantu wasit dalam memutuskan.
“Anda harus bilang bahwa teknologi video sudah eksis. Lihat saja final Piala Dunia 2006 di Berlin, terkait diusirnya Zinedine Zidane. Ofisial keempat bilang kepada wasit apa yang terjadi setelah dia melihat tayangan ulang di monitor. Mereka tak mengakui hal itu, tapi inilah yang terjadi,” papar bekas pelatih Fiorentina itu.
Pelatih yang diharapkan sukses melakukan regenerasi pemain di timnas Italia tersebut pun punya usulan lain terkait format waktu pertandingan yang selama ini berlaku 2x45 menit. “Kita harusnya punya periode pertandingan 2x30 menit, di mana waktu hanya berjalan saat bola sedang dimainkan. Seperti yang dilakukan di olahraga basket,” pungkasnya.
Mudik Skuad Oranye Dikawal Dua Jet F-16
| PESAWAT YANG MENGANGKUT SKUAD BELANDA SETELAH PULANG DARI AFSEL DIKAWAL DENGAN JET F-16 |
AFP kemarin melansir, armada Belanda menggunakan pesawat KLM Boeing 777 dengan gambar bendera Belanda di bagian depan. Pesawat tersebut mendapat pengawalan dua jet tempur F-16, satu di antaranya berwarna oranye.
Dentuman meriam langsung meledak ketika pesawat mendarat pada pukul 5.20 sore waktu setempat. Bukan itu saja, ketika pemain menjejakkan kaki di Bandara, mereka melintasi karpet oranye menuju ruangan kedatangan.
Ratusan karyawan di Bandara Schiphol menghentikan pekerjaan mereka agar bisa mendekat ke arah pemain sekadar berfoto bersama. Pemain pun mendapat kalungan bunga.
Sekelompok fans fanatik Belanda yang dikenal dengan sebutan Oranje Elftal (Orange Eleven) sudah mendatangi Bandara dengan harapan bisa memberikan pujian kepada pemain. Namun mereka tak bisa mendekat, dan harus puas menyaksikan pemain kesayangannya dari jarak jauh.
Setelah melakukan wawancara dengan ratusan wartawan, para pemain dengan menggunakan bus kemudian menuju sebuah hotel di tepi kota Noordwijk untuk berkumpul dengan keluarga.
Awalnya pemain akan diangkut oleh helikopter. Tapi karena situasi tak memungkinkan, mereka memilih naik bus.
Kemarin pagi, pemain dijamu Ratu Beatrix dan Perdana Menteri Jan Peter Balkenende di Hague. Siang harinya, mereka diberikan penghormatan khusus dengan diarak di atas perahu di kanal Amsterdam, serta penghargaan khusus yang akan dihadiri puluhan ribu fans Belanda.
Seputar Piala dunia 2010
Sinyal Schweini Untuk Madrid
Dirijen Jerman Bastian Schweinsteiger menyatakan tidak keberatan pindah dari klubnya saat ini Bayern Muenchen. Memang hingga saat ini Schweini masih terikat kontrak dengan klub tersukses di Jerman itu.
Namun tidak menutup kemungkinan kalau hal itu akan berubah di masa depan. “Saya tidak menikah dengan Bayern. Bundesliga memang hebat, tapi kalau memang saya harus pindah ya tentu saja mungkin. Pemikiran pergi ke luar negeri menyenangkan,” ujar Schweini seperti dilansir Soccernet.
Schweinsteiger menjadi gelandang yang mencuri perhatian publik di Piala Dunia 2010. Tusukan dan umpan akuratnya membuat Jerman perkasa hingga babak semifinal.
Padahal, tadinya peran Schweini diragukan karena hanya jadi ‘pemain pengganti’ Michael Ballack yang cedera. Namun, bersama pemain 25 tahun ini Jerman tumbuh jadi tim mematikan dengan motor serangan pemain-pemain muda.
Inilah yang membuat Real Madrid dan Chelsea kepincut membelinya dari Muenchen. “Memang ada beberapa tawaran, tapi saya punya punya kontrak dengan Bayern hingga 2012, dan saya menghormati kontrak dan klub,” kata Schweini lagi.
Untuk itu, dia dikabarkan meminta kubu Bayern untuk mempertimbangkan tawaran Madrid. Menurut AS, Schweini telah menginstruksikan kepada agennya, Robert Schneider agar pejabat Munich mendengar penawaran kubu Bernabeu.
Schweini melakukannya karena tertarik hijrah ke Madrid. Meski kubu Chelsea juga sangat serius menginginkannya.
Kubu Allianz Arena membanderol buy out clause untuk Schweinsteiger 55 juta euro. Madrid dikabarkan menjadikannya sebagai salah satu prioritas transfer di musim panas ini.
Buang Trouble Makers!
Era baru sepakbola Prancis ada di tangan arsitek baru Les Bleus, Laurent Blanc. Agar mimpi buruk Afsel tak terulang, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy titip pesan kepada Blanc agar tak lagi memanggil para pemain bermasalah.
Semua itu tentunya berkaitan dengan kasus memalukan yang menimpa tim Prancis di Piala Dunia lalu. Dimulai ditendangnya Nicolas Anelka, pemboikotan latihan oleh pemain, perseteruan dengan pelatih dan staff mewarnai tersingkirnya Les Blues di fase grup.
Kejadian itu sampai ke telinga Sarkozy dan langsung bikin orang nomor satu di negeri mode itu murka. Tak berapa lama usai Prancis tiba di tanah airnya, Thierry Henry langsung dipanggil untuk menjelaskan duduk perkaranya.
Kini setelah beberapa lama berlalu Sarkozy kembali bertitah mengenai tim Prancis yang dilakukannya di televisi pertama kali usai tersingkirnya. Kali ini yang disasarnya adalah Blanc yang jadi pelatih baru tim “Ayam Jantan”.
Pesan Sarkozy pun cukup keras yaitu meminta Blanc agar tak lagi memakai para pemain yang jadi biang keladi dalam kasus yang terjadi di Afrika Selatan tempo hari silam.
Pada saat itu pemain yang terlibat konflik dengan Domenech selain Anelka adalah kapten Patrice Evra, Eric Abidal dan William Gallas.
“Seperti apa imej yang ditunjukkan tim Prancis di Afrika Selatan? Sangat memalukan. Aku katakan bahwa pemain yang terlibat harus pergi. Biarkan mereka pergi dan jangan dicerca terus-terusan. Para pemain tidak boleh mendapatkan bonus dan mereka tidak pantas mendapatkannya,” tegas Sarkozy seperti dilansir AFP.
Tapi Blanc nampaknya masih ragu mengambil tindakan tegas terhadap para “pembuat onar”. Menurut dia, Evra, Ribery dan Abidal adalah aset yang masih berguna di masa mendatang meski pun itu bukan jaminan nama-nama itu akan otomatis masuk dalam pilihan utamanya.
“Sedih rasanya saat melihat Piala Dunia kemarin. Saya sangat kecewa dengan hasil itu dan saya sangat terkejut dengan sebagian perangai mereka,” ujar Blanc.
“Bagaimanapun saya bukanlah momok bagi mereka. Bukan tugas saya untuk memberikan sanksi kepada mereka,” sambungnya
“Saya mungkin akan memilih mereka jika saya pikir mereka adalah pemain terbaik yang masih ada. Sepertinya saya harus membuat pilihan dan mungkin beberapa pemain yang ikut di Afrika Selatan tak akan saya pilih jika mereka bukan yang terbaik di posisinya,” pungkas pelatih 45 tahun itu.
Reds Gaet Chu-young?
Liverpool menjadi salah satu klub yang tertarik dengan salah satu bintang Korea Selatan di Piala Dunia 2010, Park Chu-young.
Dilaporkan The Sun, Liverpool sudah menyiapkan dana sebesar enam juta poundsterling untuk memboyongnya ke Anfield dari AS Monaco.
Kesiapan Liverpool tak lepas dari penegasan AS Monaco yang menyatakan siap melepas pemain berusia 25 tahun itu jika mendapat tawaran yang tepat.
Pelatih AS Monaco Guy Lacombe mengisyarakatkan dirinya akan melepas Park Chu-young, jika ada klub yang bersedia membelinya dengan harga tinggi.
“Saya tidak tahu soal rumor transfer. Kendati ada tawaran untuknya, kami tidak keberatan menjualnya. Tapi di sepakbola saya kira tidak ada kata tidak mungkin,” kata Lacombe.
Chu-young tampil mengesankan sepanjang Piala Dunia 2010 dan sejumlah klub Inggris; Fulham, Aston Villa dan Everton, menginginkannya.
Sejauh ini belum ada klub yang mengajukan tawaran ke AS Monaco. Tiga klub Inggris itu juga belum mengontak agen Chu-young.
Di sisi lain, Chu-young belum berkomentar apakah dirinya tertarik pindah ke Liga Primer atau betah bermain di Monaco.
Chu-young tampil memesona di Afrika Selatan. Ia juga sempat mencetak satu gol untuk Korea Selatan saat melawan Nigeria. Ia diharapkan bisa menjadi pengganti Yossi Benayoun yang hijrah ke Chelsea.
Dirijen Jerman Bastian Schweinsteiger menyatakan tidak keberatan pindah dari klubnya saat ini Bayern Muenchen. Memang hingga saat ini Schweini masih terikat kontrak dengan klub tersukses di Jerman itu.
Namun tidak menutup kemungkinan kalau hal itu akan berubah di masa depan. “Saya tidak menikah dengan Bayern. Bundesliga memang hebat, tapi kalau memang saya harus pindah ya tentu saja mungkin. Pemikiran pergi ke luar negeri menyenangkan,” ujar Schweini seperti dilansir Soccernet.
Schweinsteiger menjadi gelandang yang mencuri perhatian publik di Piala Dunia 2010. Tusukan dan umpan akuratnya membuat Jerman perkasa hingga babak semifinal.
Padahal, tadinya peran Schweini diragukan karena hanya jadi ‘pemain pengganti’ Michael Ballack yang cedera. Namun, bersama pemain 25 tahun ini Jerman tumbuh jadi tim mematikan dengan motor serangan pemain-pemain muda.
Inilah yang membuat Real Madrid dan Chelsea kepincut membelinya dari Muenchen. “Memang ada beberapa tawaran, tapi saya punya punya kontrak dengan Bayern hingga 2012, dan saya menghormati kontrak dan klub,” kata Schweini lagi.
Untuk itu, dia dikabarkan meminta kubu Bayern untuk mempertimbangkan tawaran Madrid. Menurut AS, Schweini telah menginstruksikan kepada agennya, Robert Schneider agar pejabat Munich mendengar penawaran kubu Bernabeu.
Schweini melakukannya karena tertarik hijrah ke Madrid. Meski kubu Chelsea juga sangat serius menginginkannya.
Kubu Allianz Arena membanderol buy out clause untuk Schweinsteiger 55 juta euro. Madrid dikabarkan menjadikannya sebagai salah satu prioritas transfer di musim panas ini.
Buang Trouble Makers!
Era baru sepakbola Prancis ada di tangan arsitek baru Les Bleus, Laurent Blanc. Agar mimpi buruk Afsel tak terulang, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy titip pesan kepada Blanc agar tak lagi memanggil para pemain bermasalah.
Semua itu tentunya berkaitan dengan kasus memalukan yang menimpa tim Prancis di Piala Dunia lalu. Dimulai ditendangnya Nicolas Anelka, pemboikotan latihan oleh pemain, perseteruan dengan pelatih dan staff mewarnai tersingkirnya Les Blues di fase grup.
Kejadian itu sampai ke telinga Sarkozy dan langsung bikin orang nomor satu di negeri mode itu murka. Tak berapa lama usai Prancis tiba di tanah airnya, Thierry Henry langsung dipanggil untuk menjelaskan duduk perkaranya.
Kini setelah beberapa lama berlalu Sarkozy kembali bertitah mengenai tim Prancis yang dilakukannya di televisi pertama kali usai tersingkirnya. Kali ini yang disasarnya adalah Blanc yang jadi pelatih baru tim “Ayam Jantan”.
Pesan Sarkozy pun cukup keras yaitu meminta Blanc agar tak lagi memakai para pemain yang jadi biang keladi dalam kasus yang terjadi di Afrika Selatan tempo hari silam.
Pada saat itu pemain yang terlibat konflik dengan Domenech selain Anelka adalah kapten Patrice Evra, Eric Abidal dan William Gallas.
“Seperti apa imej yang ditunjukkan tim Prancis di Afrika Selatan? Sangat memalukan. Aku katakan bahwa pemain yang terlibat harus pergi. Biarkan mereka pergi dan jangan dicerca terus-terusan. Para pemain tidak boleh mendapatkan bonus dan mereka tidak pantas mendapatkannya,” tegas Sarkozy seperti dilansir AFP.
Tapi Blanc nampaknya masih ragu mengambil tindakan tegas terhadap para “pembuat onar”. Menurut dia, Evra, Ribery dan Abidal adalah aset yang masih berguna di masa mendatang meski pun itu bukan jaminan nama-nama itu akan otomatis masuk dalam pilihan utamanya.
“Sedih rasanya saat melihat Piala Dunia kemarin. Saya sangat kecewa dengan hasil itu dan saya sangat terkejut dengan sebagian perangai mereka,” ujar Blanc.
“Bagaimanapun saya bukanlah momok bagi mereka. Bukan tugas saya untuk memberikan sanksi kepada mereka,” sambungnya
“Saya mungkin akan memilih mereka jika saya pikir mereka adalah pemain terbaik yang masih ada. Sepertinya saya harus membuat pilihan dan mungkin beberapa pemain yang ikut di Afrika Selatan tak akan saya pilih jika mereka bukan yang terbaik di posisinya,” pungkas pelatih 45 tahun itu.
Reds Gaet Chu-young?
Liverpool menjadi salah satu klub yang tertarik dengan salah satu bintang Korea Selatan di Piala Dunia 2010, Park Chu-young.
Dilaporkan The Sun, Liverpool sudah menyiapkan dana sebesar enam juta poundsterling untuk memboyongnya ke Anfield dari AS Monaco.
Kesiapan Liverpool tak lepas dari penegasan AS Monaco yang menyatakan siap melepas pemain berusia 25 tahun itu jika mendapat tawaran yang tepat.
Pelatih AS Monaco Guy Lacombe mengisyarakatkan dirinya akan melepas Park Chu-young, jika ada klub yang bersedia membelinya dengan harga tinggi.
“Saya tidak tahu soal rumor transfer. Kendati ada tawaran untuknya, kami tidak keberatan menjualnya. Tapi di sepakbola saya kira tidak ada kata tidak mungkin,” kata Lacombe.
Chu-young tampil mengesankan sepanjang Piala Dunia 2010 dan sejumlah klub Inggris; Fulham, Aston Villa dan Everton, menginginkannya.
Sejauh ini belum ada klub yang mengajukan tawaran ke AS Monaco. Tiga klub Inggris itu juga belum mengontak agen Chu-young.
Di sisi lain, Chu-young belum berkomentar apakah dirinya tertarik pindah ke Liga Primer atau betah bermain di Monaco.
Chu-young tampil memesona di Afrika Selatan. Ia juga sempat mencetak satu gol untuk Korea Selatan saat melawan Nigeria. Ia diharapkan bisa menjadi pengganti Yossi Benayoun yang hijrah ke Chelsea.
Seputar Piala dunia 2010
Three Lions Bela Heskey
Piala Dunia 2010 menjadi momen terakhir Emile Heskey membela timnas Inggris setelah striker berusia 32 tahun itu memutuskan untuk pensiun.
Namun, Heskey tetap meninggalkan kontroversi setelah gantung sepatu. Kehadiran Heskey di skuad Inggris memang selalu menimbulkan perdebatan di antara fans.
Tak sedikit yang membela Heskey karena memperlihatkan sebagai pemain depan yang tidak egois. Dia lebih sering memberikan bola kepada rekannya yang memiliki peluang lebih bagus untuk mencetak gol.
Sebaliknya yang lain menilai striker Aston Villa ini tak layak bermain di timnas. Kontribusi golnya sangat minim. Dia hanya mencetak tujuh gol dalam 62 kali penampilannya bersama The Three Lions. Heskey kembali mendapat kritikan karena kegagalannya mencetak gol di Piala Dunia 2010. Meski sempat memberi kontribusi berarti saat mengantarkan Steven Gerrard mencetak gol di laga kontra Amerika Serikat, namun performa striker berusia 32 ini dinilai tak memenuhi harapan.
Dirinya juga gagal mencetak gol saat menghadapi Aljazair. Heskey kemudian tak lagi masuk tim inti pada dua pertandingan berikutnya melawan Slovenia dan Jerman di babak 16 besar. Seperti Wayne Rooney, dirinya sama sekali tak pernah membobol gawang lawan.
Padahal, manajer Fabio Capello berharap Heskey memberi kontribusi besar bagi The Three Lions. Terutama setelah menyaksikan penampilannya selama kualifikasi Piala Dunia. Sayang harapan Capello gagal dipenuhi Heskey.
Namun, rupanya Heskey mendapat pembelaan dari rekan-rekannya di timnas. “Bila mencermati karirnya, dia sesungguhnya telah memberikan yang terbaik bagi timnas,” ujar pemain sayap Villa Stewart Downing. “Semua pemain besar yang pernah bermain bersama dia di timnas pasti memujinya. Dia pemain yang bagus dan sosok yang ramah,” jelasnya.
Heskey sudah memperkuat Inggris di Piala Eropa 2000. Bekas striker Liverpool ini juga berlaga di Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2004. Sempat absen selama tiga tahun, Heskey yang pernah bermain di Leicester City dan Wigan Athletic ini kembali dipanggil untuk mengikuti kualifikasi Piala Eropa 2008. Sayangnya, Inggris gagal lolos.
Mengenai kegagalan Heskey di Piala Dunia 2010, Downing membela sesungguhnya Heskey telah bekerja keras untuk bagi timnya, namun tampaknya hal itu tak diperhatikan oleh para suporter.
“Menurut saya, dia bermain bagus di Afrika Selatan. Banyak orang yang mengatakan hal sama tentang dirinya. Heskey sesungguhnya bekerja keras untuk tim. Barangkali ini tak diperhatikan oleh fans,” pungkas Downing.
Presiden Brazil Bahas Masalah Samba
Brazil sebagai tim favorit juara harus menerima kenyataan pahit setelah gagal kembali mengukir prestasi di Piala Dunia 2010. Kegagalan tersebut rupanya mendapatkan perhatian dari presiden negara tersebut, Luiz Inacio Lula da Silva. Lula pun membahas Samba, menyangkut faktor pemain dan pelatih.
Laju Brazil di Piala Dunia Afsel dihentikan Belanda di perempat final dengan skor 1-2. Tak hanya kalah, Brazil juga harus menerima kesialan lainnya saat Felipe Melo diganjar kartu merah oleh wasit.
Catatan Brazil di babak grup adalah dua kali menang dan sekali imbang, membukukan lima gol dan kebobolan dua gol.
Presiden Lula menilai bahwa tim asuhan Dunga merupakan Samba yang paling rapuh dan paling lemah. Dikutip dari Associated Press, presiden Brazil sejak tahun 2003 itu menilai bahwa Selecao membutuhkan “pemain generasi baru”.
Lula berpendapat yang membuat tim Brazil yang sekarang lemah adalah banyaknya pemain Brazil yang meninggalkan tanah airnya dan memperkuat klub luar negeri di usia sangat muda. Lula berharap adanya hukum yang membatasi usia pemain muda untuk bermain di klub luar negeri.
Soal pelatih, Lula menilai ada tiga kandidat yang cocok untuk menggantikan Carlos Dunga yang dicopot pasca kegagalan meraih trofi keenam Piala Dunia.
“Kami memerlukan profesional sejati yang paham bagaimana menjadi pelatih. Luiz Felipe Scolari punya kualitas, Wanderley Luxemburgo lebih dari sekadar memiliki kompetensi, dan Mano Menezes adalah ahli strategi yang ulung dan berhasil membawa Corinthians promosi di musim 2008,” tukasnya seperti dilansir dari Xinhua.
Federasi Sepakbola Brazil (CBF) sendiri rencananya akan mengumumkan pelatih anyar bagi juara dunia lima kali itu pada akhir bulan ini.
Arab Mengharamkan Vuvuzela
Penggunaan Vuvuzela selama turnamen Piala Dunia 2010 lalu memang menuai banyak kritikan dari berbagai pihak. Setelah Piala Dunia usai pun, masih ada pihak yang mengecam terompet tradisional Afrika Selatan itu.
Badan kewenangan umum urusan Islam dan wakaf Uni Emirat Arab, mengeluarkan fatwa haram untuk alat musik terompet Vuvuzela. Namun hal itu berlaku jika dalam penggunaannya bisa mengganggu dan merusak pendengaran.
Fatwa tersebut diatur pada pasal 11625. Dalam fatwa tersebut disebutkan jika penggunaan vuvuzela hanya boleh digunakan di dalam stadion, jika memang dalam penggunaannya tidak merugikan pihak lain. “Akan tetapi, importir dan para penjual harus memastikan kekuatan dari suaranya tidak melebihi 100 desibel, sehingga bisa dihindari merusak pendengaran orang lain,” demikian fatwa tersebut berbunyi.
Penetapan fatwa ini didasarkan pada hasil penelitian yang diketahui bunyi keras vuvuzela yang bisa melebihi 100 desibel. Dengan bunyi sekeras itu, bisa berdampak pada rusaknya pendengaran seseorang. Dalam sejumlah kasus, vuvuzela bisa menyebabkan kerusakan permanen.
“Vuvuzela yang ada di pasaran saat ini bisa mengeluarkan suara hingga mencapai 127 desibel,” lanjut pernyataan tersebut.
Tak hanya dapat merusak pendengaran, wacana penggunaan Vuvuzela di Uni Emirat Arab juga memicu kritik karena pemberitaan sebelumnya yang menyatakan bahwa Vuvuzela dapat menyebarkan virus. Selain itu, adanya kabar jika Vuvuzela kerap digunakan untuk aksi klenik di Afrika memaksa para pengusaha di Arab mempertimbangkan ulang untuk mengimport alat tiup ini.
Dhia el Din misalnya. Pengusaha Abu Dhabi asal Palestina itu sedang mengevaluasi rencananya untuk mengimport 10 ribu instrumen tiup ini dari Britania Raya menyusul pemberitaan negatif tentang Vuvuzela.
“Saya mencari di internet dan menemukan sejumlah artikel vuvuzela kerap digunakan oleh dukun Afrika atau para penyihir. Saya mengetahui mereka digunakan untuk mengusir setan. Tak hanya itu, mereka juga tidak higienis. Mereka bisa menyebarkan virus bakteria. Masalah seperti ini membuat saya berhenti untuk mendatangkannya ke sini,” tutupnya.
Piala Dunia 2010 menjadi momen terakhir Emile Heskey membela timnas Inggris setelah striker berusia 32 tahun itu memutuskan untuk pensiun.
Namun, Heskey tetap meninggalkan kontroversi setelah gantung sepatu. Kehadiran Heskey di skuad Inggris memang selalu menimbulkan perdebatan di antara fans.
Tak sedikit yang membela Heskey karena memperlihatkan sebagai pemain depan yang tidak egois. Dia lebih sering memberikan bola kepada rekannya yang memiliki peluang lebih bagus untuk mencetak gol.
Sebaliknya yang lain menilai striker Aston Villa ini tak layak bermain di timnas. Kontribusi golnya sangat minim. Dia hanya mencetak tujuh gol dalam 62 kali penampilannya bersama The Three Lions. Heskey kembali mendapat kritikan karena kegagalannya mencetak gol di Piala Dunia 2010. Meski sempat memberi kontribusi berarti saat mengantarkan Steven Gerrard mencetak gol di laga kontra Amerika Serikat, namun performa striker berusia 32 ini dinilai tak memenuhi harapan.
Dirinya juga gagal mencetak gol saat menghadapi Aljazair. Heskey kemudian tak lagi masuk tim inti pada dua pertandingan berikutnya melawan Slovenia dan Jerman di babak 16 besar. Seperti Wayne Rooney, dirinya sama sekali tak pernah membobol gawang lawan.
Padahal, manajer Fabio Capello berharap Heskey memberi kontribusi besar bagi The Three Lions. Terutama setelah menyaksikan penampilannya selama kualifikasi Piala Dunia. Sayang harapan Capello gagal dipenuhi Heskey.
Namun, rupanya Heskey mendapat pembelaan dari rekan-rekannya di timnas. “Bila mencermati karirnya, dia sesungguhnya telah memberikan yang terbaik bagi timnas,” ujar pemain sayap Villa Stewart Downing. “Semua pemain besar yang pernah bermain bersama dia di timnas pasti memujinya. Dia pemain yang bagus dan sosok yang ramah,” jelasnya.
Heskey sudah memperkuat Inggris di Piala Eropa 2000. Bekas striker Liverpool ini juga berlaga di Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2004. Sempat absen selama tiga tahun, Heskey yang pernah bermain di Leicester City dan Wigan Athletic ini kembali dipanggil untuk mengikuti kualifikasi Piala Eropa 2008. Sayangnya, Inggris gagal lolos.
Mengenai kegagalan Heskey di Piala Dunia 2010, Downing membela sesungguhnya Heskey telah bekerja keras untuk bagi timnya, namun tampaknya hal itu tak diperhatikan oleh para suporter.
“Menurut saya, dia bermain bagus di Afrika Selatan. Banyak orang yang mengatakan hal sama tentang dirinya. Heskey sesungguhnya bekerja keras untuk tim. Barangkali ini tak diperhatikan oleh fans,” pungkas Downing.
Presiden Brazil Bahas Masalah Samba
Brazil sebagai tim favorit juara harus menerima kenyataan pahit setelah gagal kembali mengukir prestasi di Piala Dunia 2010. Kegagalan tersebut rupanya mendapatkan perhatian dari presiden negara tersebut, Luiz Inacio Lula da Silva. Lula pun membahas Samba, menyangkut faktor pemain dan pelatih.
Laju Brazil di Piala Dunia Afsel dihentikan Belanda di perempat final dengan skor 1-2. Tak hanya kalah, Brazil juga harus menerima kesialan lainnya saat Felipe Melo diganjar kartu merah oleh wasit.
Catatan Brazil di babak grup adalah dua kali menang dan sekali imbang, membukukan lima gol dan kebobolan dua gol.
Presiden Lula menilai bahwa tim asuhan Dunga merupakan Samba yang paling rapuh dan paling lemah. Dikutip dari Associated Press, presiden Brazil sejak tahun 2003 itu menilai bahwa Selecao membutuhkan “pemain generasi baru”.
Lula berpendapat yang membuat tim Brazil yang sekarang lemah adalah banyaknya pemain Brazil yang meninggalkan tanah airnya dan memperkuat klub luar negeri di usia sangat muda. Lula berharap adanya hukum yang membatasi usia pemain muda untuk bermain di klub luar negeri.
Soal pelatih, Lula menilai ada tiga kandidat yang cocok untuk menggantikan Carlos Dunga yang dicopot pasca kegagalan meraih trofi keenam Piala Dunia.
“Kami memerlukan profesional sejati yang paham bagaimana menjadi pelatih. Luiz Felipe Scolari punya kualitas, Wanderley Luxemburgo lebih dari sekadar memiliki kompetensi, dan Mano Menezes adalah ahli strategi yang ulung dan berhasil membawa Corinthians promosi di musim 2008,” tukasnya seperti dilansir dari Xinhua.
Federasi Sepakbola Brazil (CBF) sendiri rencananya akan mengumumkan pelatih anyar bagi juara dunia lima kali itu pada akhir bulan ini.
Arab Mengharamkan Vuvuzela
Penggunaan Vuvuzela selama turnamen Piala Dunia 2010 lalu memang menuai banyak kritikan dari berbagai pihak. Setelah Piala Dunia usai pun, masih ada pihak yang mengecam terompet tradisional Afrika Selatan itu.
Badan kewenangan umum urusan Islam dan wakaf Uni Emirat Arab, mengeluarkan fatwa haram untuk alat musik terompet Vuvuzela. Namun hal itu berlaku jika dalam penggunaannya bisa mengganggu dan merusak pendengaran.
Fatwa tersebut diatur pada pasal 11625. Dalam fatwa tersebut disebutkan jika penggunaan vuvuzela hanya boleh digunakan di dalam stadion, jika memang dalam penggunaannya tidak merugikan pihak lain. “Akan tetapi, importir dan para penjual harus memastikan kekuatan dari suaranya tidak melebihi 100 desibel, sehingga bisa dihindari merusak pendengaran orang lain,” demikian fatwa tersebut berbunyi.
Penetapan fatwa ini didasarkan pada hasil penelitian yang diketahui bunyi keras vuvuzela yang bisa melebihi 100 desibel. Dengan bunyi sekeras itu, bisa berdampak pada rusaknya pendengaran seseorang. Dalam sejumlah kasus, vuvuzela bisa menyebabkan kerusakan permanen.
“Vuvuzela yang ada di pasaran saat ini bisa mengeluarkan suara hingga mencapai 127 desibel,” lanjut pernyataan tersebut.
Tak hanya dapat merusak pendengaran, wacana penggunaan Vuvuzela di Uni Emirat Arab juga memicu kritik karena pemberitaan sebelumnya yang menyatakan bahwa Vuvuzela dapat menyebarkan virus. Selain itu, adanya kabar jika Vuvuzela kerap digunakan untuk aksi klenik di Afrika memaksa para pengusaha di Arab mempertimbangkan ulang untuk mengimport alat tiup ini.
Dhia el Din misalnya. Pengusaha Abu Dhabi asal Palestina itu sedang mengevaluasi rencananya untuk mengimport 10 ribu instrumen tiup ini dari Britania Raya menyusul pemberitaan negatif tentang Vuvuzela.
“Saya mencari di internet dan menemukan sejumlah artikel vuvuzela kerap digunakan oleh dukun Afrika atau para penyihir. Saya mengetahui mereka digunakan untuk mengusir setan. Tak hanya itu, mereka juga tidak higienis. Mereka bisa menyebarkan virus bakteria. Masalah seperti ini membuat saya berhenti untuk mendatangkannya ke sini,” tutupnya.
Langganan:
Postingan (Atom)


