Rabu, 21 Juli 2010

Seputar piala dunia 2010 (The winners Celebration)

Foto Selebrasi Kemenangan Spanyol

Dengan Spanyol jadi juara piala dunia baru, mengalahkan Belanda di partai final, belum lengkap kalo ga ada foto-foto selebrasi kemenangan Spanyol tersebut. Berikut ini ada beberapa foto-fotonya. Untuk lebih lengkapnya silakan langsung menuju link sumber yang ada di bagian bawah.. ;)







Selasa, 20 Juli 2010

Seputar Piala dunia 2010

Skuad Muda Jerman Tampil Gemilang


Bagi gelandang Sami Khedira, kemenangan Jerman sebagai juara ketiga saat menaklukkan Uruguay pada Minggu dinihari kemarin merupakan sebuah awal untuk hasil yang lebih baik.

Jerman, yang sempat difa­voritkan menjadi juara dunia, harus takluk oleh gol tunggal Spa­nyol yang dibuat Carles Pu­yol di babak semifinal pada Ka­mis dinihari lalu. Kekalahan ini membuat impian skuad Der Pan­ser untuk meraih gelar juara ke­empat kalinya pupus.

Untungnya, Philipp Lahm cs berhasil mengobati luka dengan menyabet posisi tiga sebagai ha­diah hiburan. Itu setelah mereka menaklukkan Uruguay 3-2. Ha­sil yang dipetik Jerman itu sama persis dengan sukses yang me­reka catat di Piala Dunia 2006, saat mereka menjadi tuan rumah.

“Ini semacam final dan kami melakukan segalanya untuk me­nang. Kami memiliki tim muda dan memberikan seruan kepada orang-orang dan kami dapat men­capai lebih baik lagi,” ujar Khedira kepada Sky Sport Italia.

Khedira, yang menjadi penen­tu kemenangan skuad DieMann­schaaft di laga itu lalu melanjut­kan, “Kami senang dengan cara kami bermain karena kami mem­berikan yang terbaik di pertandi­ngan ini. Kami senang dengan kemenangan ini.”

Bermain di stadion Nelson Man­dela Bay, skuad Der Panser yang turun dengan sejumlah pe­main cadangan kembali bang­kit dari keterpurukan usai kalah dari Spa­nyol. Mereka menampilkan pe­nam­­pilan impresif walau men­dapat perlawanan sengit dari Uruguay.

Sempat mendapat tekanan dan tertinggal satu gol, Jerman suk­ses menunjukkan kapasitasnya sebagai tim juara dengan sukses meredam strategi serangan balik Diego Forlan Cs dan kembali ung­gul. Gol Jerman dibuat oleh Tho­mas Mueller, Marcell Jan­sen, dan Sami Khedira. Sedang­kan Edinson Cavani dan Diego Forlan menjadi penyumbang gol La Celeste, julukan Uruguay.

Khedira mengaku puas atas pencapaian yang diraih timnya dan optimis bakal meraih hasil yang lebih baik lagi ke depan­nya, yakni menjadi juara dunia untuk keempat kalinya.

“Kami semua menunjukkan kekuatan kami di pertandingan ini dan anda bisa lihat apa yang ter­jadi pada akhirnya. Kini kami akan beristirahat dan berlibur, ka­mi tim muda, tetapi kami ingin le­bih dari ini dan ingin meraih ha­sil yang lebih bagus dan lebih besar, yakni juara dunia,” janji Khedira.

Pendapat serupa juga disam­paikan oleh gelandang lainnya Bastian Schweinsteiger. Kepada L’Equipe, gelandang Bayern Mun­chen itu menjelaskan, “Per­tan­dingan ini sangat penting bagi fans kami di Jerman, yang sudah mendukung kami dengan gila. Untungnya kami menang, tetapi kekecewaan akibat kalah di se­mi-final masih ada. Tak semua­nya positif.”

Tentang ketegangan dan me­nariknya pertandingan berlang­sung, Schweinsteiger berpenda­pat, “Itu sudah terjadi, kami bang­kit dari ketinggalan, dan itu me­nunjukkan karakter tim. Saya sa­ngat bangga menjadi bagian dari tim ini. Kita harus lihat ke de­pan, kami masih bisa meraih ba­nyak hal,” pungkas Schweini, panggil­an Schweinsteiger.

Seputar Piala dunia 2010

THE LAST BATTLE: SPANYOL VS NETHERLANDS
Si Paul Tak Jadi Digoreng!

 Lagi-lagi Paul Octopus kembali meramalkan dengan tepat!

Setelah meramalkan kekalahan Jerman pada duel sebelumnya, gurita yang tinggal di Aquarium Sea Life, Oberhausen, Jerman itu, sukses meramalkan kemenangan Spanyol atas Belanda.

Keajaiban Paul ini juga sekaligus membantah beberapa pesaingannya (para binatang yang meramal) seperti Pino, seekor kera di Talinn, Estonia. Dan Mani, seekor parkit dari Singapura yang mendukung Belanda.

Ketepatan ramalan Paul ini menjadi kisah yang boleh jadi akan mengiringi lembar sejarah tercatatnya Spanyol sebagai juara baru piala dunia.

Ramalan yang akurat itu boleh jadi juga menyelamatkan nyawa si gurita dari ancaman orang-orang yang mungkin sudah merencanakan sesuatu apabila ramalan Paul terbukti keliru. Spanyol menang, bagi pendukung Spanyol tentu saja ini berarti baik juga bagi si Paul.


Heitinga Dikartu Merah, Spanyol Di Atas Angin

Belanda terpakasa bermain dengan sepuluh orang setelah John Heitinga diganjar kartu kuning untuk kali kedua oleh wasit setelah menjatuhkan Inesta pada menit 109.

Akumulasi kartu tersebut memaksa Heitinga untuk keluar lapangan sekaligus hukuman yang diganjar hadiah tendangan bebas kepada kubu Spanyol.

Namun, dalam eksekusinya, Xavi belum mampu membawa Spanyol unggul atas lawan beratnya, Belanda.

Dengan bermain dengan 10 pemain, Belanda sangat dirugikan sehingga permainan semakin memanas dengan kekerasan.


Sudah 8 Kartu Kuning Dikeluarkan

Hingga memasuki babak kedua sedikitnya sudah delapan kartu kuning dibagikan wasit Webb.

Kedelapan kartu kuning tersebut dibagikan kepada pemain dari kedua kubu. Di Kubu Belanda ada Bommel, De Jong, Giovanni van Bronckhorst  dan Heitinga serta Van Persie. Sedang dari kubu Matador, Sergio Ramos, Capdevila dan Puyol mendapat jatah kartu kuning.

Mudahnya Webb mengeluarkan kartu kuning menambah ketegangan kedua klub. Pasalnya, tindakan Webb tersebut terkesan berlebihan.


Belanda Nyaris Ubah Skor

Memasuki babak kedua, pertandingan final, Spanyol dan Belanda sama-sama meningkatkan serangang. hasil 0-0 yang belum berubah memaksa kedua kubu untuk menambah intensitas serangan.


Belanda, lewat Robben hampir merubah pisisi pada menit ke 57. Sayang, tendangannya masih pelan sehingga memudahkan Casillas menangkap bola.

Pada menit 59, lagi-lagi Robben nyaris membekap pemain Spanyol setelah aksinya yang mengecoh pemain belakang. Lolos dari kawalkan Puyol, Robben lagi-lagi berhadapan langsung dengan Casillas. Namun tembakannya mampu ditepis Casillas dengan kaki. 




Seputar Piala dunia 2010

Gracias Afsel!

Secara umum negara baru berkembang itu cukup sukses menyelenggarakan Piala Dunia yang glamour. Tak ada ungkapan terdalam selain mengucapkan terima kasih, gracias begitu kata skuad Spanyol yang beruntung kali ini.

Memang sejak putaran final dihelat, “bunyi-bunyian” tentang kekurangan Afsel senyaring Vu­vuzela. Mulai dari buruknya tran­s­portasi, akomodasi sampai ma­sa­lah keamanan. Tapi bagi penik­mat bola sejati, Afrika Se­latan me­nyi­sakan catatan-catatan “aneh” dan momen yang sangat mene­gang­kan. Itulah mengapa publik dunia pantas memberikan kata terima kasih kepada Afrika Selatan.

Adapun fakta baru Piala Dunia 2010 dimulai dari feno­me­na Af­rika Selatan sebagai wa­kil per­tama benua Hitam yang di­tunjuk FIFA sebagai tuan ru­mah. Ya, dari 19 edisi Piala Du­nia, Afsel mencatatkan diri seba­gai tuan rumah pertama dari Afrika.

Gelar perdana juga ditorehkan Spanyol yang mengalahkan Be­landa 1-0 di babak final. Setelah 12 kali gagal, La Furia Roja ak­hir­nya mampu menggenggam tro­fi juara dunia pertamanya di partisipasi ke-13. Selain itu, Iker Casillas dkk juga mencatatkan diri sebagai tim pertama yang mampu menjadi juara usai takluk di laga perdana.

Seperti diketahui, ketika mere­ka  memulai perjuangan di Afsel, Spanyol dipaksa kalah 0-1 dari Swiss di penyisihan Grup.

Selain tuan rumah dan juara per­dana, yang juga menarik un­tuk disimak tentu terciptanya gol, kartu merah, kuning serta tim yang pertama kali mengikuti ajang bergengsi di jagad raya.

Menurut data dari berbagai sum­ber, gol pertama di Piala Du­nia 2010 tercatat dicetak oleh pe­main tuan rumah, Siphiwe Tsha­balala yang membawa Afsel meng­ungguli Meksiko di menit ke-55. Sayang, gol perdana Tsa­balala tak mampu membawa tim­nya meraih angka penuh. Ba­fana-Bafana dipaksa berbagi ang­ka di laga pembuka setelah Rafael Marquez mencetak gol bal­asan dan memaksakan laga di­akhiri dengan skor 1-1.

Sementara untuk pemain per­tama yang mencetak gol bunuh diri dicatatkan atas nama Simon Poulsen saat Denmark menyerah 0-2 dari Belanda di laga pertama babak penyisihan Grup E. Se­dang­kan gol pertama yang ter­cipta melalui tendangan penalti dilesakkan bomber Ghana, Asa­moah Gyan menyusul handball yang dilakukan pemain Serbia, Zdravko Kuzmanovic. Ghana pun menang 1-0.

Setelah dua laga pembuka ber­akhir imbang (Afsel 1-1 Meks­i­ko dan Paraguay 0-0 Prancis), Korea Selatan menjadi tim perta­ma yang mampu meraih angka penuh. Skuad Taeguk Warriors meraih tiga angka pertamanya usai membungkam jawara Eropa 2004, Yunani 2-0.

Untuk urusan kartu, pemain per­tama yang mencatatkan diri­nya sebagai korban kartu merah wasit adalah pemain Uruguay, Nicolas Lodeiro. Lodeiro mene­ri­ma kartu merah langsung dari wasit saat Uruguay bermain im­bang 0-0 melawan Prancis. Se­mentara Itumeleng Khune men­jadi kiper pertama yang meneri­ma kartu merah. Khune dikartu merah wasit Massimo Busacca, saat Afsel ditekuk Uruguay, tiga gol tanpa balas.

Terakhir, yang juga menarik untuk disimak adalah tim yang harus angkat koper pertama dan tim yang mencatatkan debut pertamanya di Piala Dunia. Untuk tim yang gugur pertama kali adalah Kamerun. Samuel Eto’o dkk harus pulang paling awal setelah tak mampu mence­tak satu pun poin, karena mene­lan tiga kekalahan di tiga laga penyisihan: masing-masing dari Jepang (0-1), Denmark (1-2) dan kalah 1-2 dari Belanda.

Dari 32 kontestan yang tampil, Slovakia mencatatkan diri seba­gai satu-satunya tim yang men­catatkan debut di Piala Dunia usai memecahkan diri dari Ceko­s­lo­va­kia dan membentuk timnas sen­diri pada 1993. Prestasi Slo­vakia da­lam debut perdananya pun ter­bilang mengesankan.


Spanyol Pesta, 18 Miliar Melayang

Pesta besar-besaran menyam­but skuad Spanyol di Madrid usai sukses merebut Piala Dunia untuk kali pertama. Pesta ini diperkirakan akan berlangsung selama 36 jam nonstop.

Seperti dilansir YahooSports, Senin, (12/7), Spanyol tidak akan ting­gal lebih lama di Afrika Se­latan. Mereka segera bertolak ke Madrid, Minggu malam tak lama usai mengalahkan Belanda 1-0 di final Piala Dunia 2010.

Agenda arak-arakan sudah disiapkan untuk menyambut ke­datangan tim La Furia Roja, Se­nin 12 Juli 2010 waktu setempat. Pa­ra pemain akan diarak sepan­jang jalan di Madrid, dan dilan­jutkan bertemu dengan keluarga, petinggi negara, serta anggota Fe­derasi Sepakbola Spanyol (RFEF).

Pasukan Vicente del Bosque di­perkirakan tiba di Bandara Ba­rajas Madrid, Senin siang. Se­te­lah menerima ucapan selamat da­ri Perdana Menteri Jose Luis Za­patero, para pemain akan me­lanjutkan pesta hingga Selasa malam.

“Tidak akan ada orang yang tertidur kali ini. Momen ini sa­ngat spesial, ajaib. Kami akan me­nikmatinya,” ujar kiper seka­ligus kapten tim Iker Casillas.

Usai disambut perdana mente­ri di Istana Moncloa, mereka se­lanjutnya diarak menggunakan bus tanpa atap di sepanjang jala­nan Madrid yang diperkirakan bakal disesaki ratusan ribu massa.

Bus selanjutnya akan berhenti di Principe Pio, sebuah kawasan perbukitan terkenal di sebelah ba­rat Madrid. Di tempat ini, jum­lah massa diperkirakan lebih be­sar. Trofi Piala Dunia dan pemain akan diperlihatkan di tempat ini.

Setelah itu, pemain akan men­jalani jamuan makan di sebuah restoran yang menyajikan maka­nan tradisional Spanyol bersama keluarga, kerabat dan rekan ter­dekat. Pada malam harinya, pes­ta dilanjutkan di sebuah night club ternama di Madrid, New Ga­r­amond. Hanya penerima unda­ng­­an yang bisa hadir di pesta itu.

Pesta belum berhenti. Para pemain akan bangun di pagi buta untuk tampil di berbagai acara pagi televisi. Mereka selanjutnya sarapan di rumah Casillas.

Mereka juga akan menyaksi­kan rekaman pertandingan, dan menerima kunjungan para spon­sor. Setelah itu, pemain pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat.

Pesta selama 36 jam nonstop ini diperkirakan menghabiskan biaya hingga $2 juta alias Rp 18 miliar lebih yang sebagian besar digunakan untuk biaya keaman­an. Kendati demikian, angka itu tidak membuat kerugian kepada Pemerintah Spanyol.


Panitia PD 2010 Puas Mandela Pun Senang

Piala Dunia 2010 telah ber­akhir. Spanyol muncul sebagai juara baru setelah menunduk­kan Belanda dengan satu gol di laga final. Danny Jordaan se­laku Ke­tua Panitia Penyeleng­gara Pia­la Dunia 2010 menga­ku sa­ngat pu­as setelah laga fi­nal Piala Dunia pertama di ta­nah Afrika dapat berjalan sukses.

Jordaan merasa ada perasaan suka duka saat para suporter mem­beri dukungan untuk ke­dua tim setelah wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir.

“Setengah diri saya merasa ada di Belanda dan lainnya di Spanyol. Namun saya merasa hebat. Gelaran Piala Dunia yang diminati jutaan orang du­nia telah berakhir dan sekarang dunia tahu bahwa negara ini punya kapasitas dan kemampu­an untuk menyajikan sebuah pagelaran dunia,” kata Jordaan kepada football 365.co.za.

Dalam laga final yang diada­kan di stadion Soccer City, Jo­hannesburg tersebut, Jordaan tak henti-hentinya memuji per­siapan negaranya untuk me­nyam­but laga terakhir tersebut.

“Merupakan laga final dan upacara penutupan yang me­nak­jubkan.Teriakan para su­porter juga sangat luar biasa. Stadionnya juga sangat indah. Saya rasa saya belum pernah melihat stadion yang seindah ini di dunia,” tuturya.

Jordaan juga menambahkan, “Saya yakin jutaan orang di du­nia yang menonton akan sangat terkesan dengan apa yang ter­jadi malam ini.”

Malam itu, Jordaan juga ber­kesempatan bertemu dengan bekas Presiden Afsel Nelson Mandela yang akhirnya memu­tuskan hadir. Sayangnya, kare­na kondisinya kesehatannya yang kurang baik, Mandela ha­nya datang sebentar tepat sebe­lum perayaan penutupan dimu­lai untuk menyambut para fans.

“Itu menakjubkan. Saya ber­temu Mandela di dalam mobil dan hal pertama yang dia kata­kan adalah ‘Danny, saya sangat se­nang berada disini’ dan dia ter­senyum lebar. Sungguh spe­sial dia ingin datang hanya un­tuk me­nemui kami rakyat Af­rika. Kami akan sangat berte­rima kasih un­tuknya karena te­lah datang ke mo­men yang luar biasa ini.”

Seputar Piala dunia 2010

Gagal Hattrick Robben Trauma


Untuk ketiga kalinya, Belan­da gagal mengakhiri final Piala Dunia dengan kemenangan. Ke­gagalan ini rupanya mem­buat skuad Der Oranje trauma, terutama Arjen Robben.

Belanda ditaklukkan Spa­nyol 0-1 dalam laga final yang di­gelar Senin (12/7) dinihari. Ke­tatnya laga membuat kedua tim men­jalani babak extra time. Ironis­nya, Sneijder dkk kema­su­kan gol lewat Andres Iniesta di beberapa menit terakhir jelang babak tam­bahan kedua berakhir.

Belanda sebenarnya punya kesempatan untuk membuat gol dulu lewat beberapa pelu­ang yang diciptakan Arjen Rob­ben. Sayang, sayap Bayern Muenchen itu kurang tenang saat sudah berhadapan one-on-one dengan kiper Iker Casillas. Padahal, Robben dua kali pu­nya kesempatan seperti itu.

“Saya akan terus memiki­r­kan hari-hari seperti saat ini. Sung­guh menyakitkan ketika kami kehilangan kesempatan,” ujar Robben di situs resmi FIFA.

Tak hanya Robben, pelatih Bert Van Marwiijk pun juga me­rasa trauma dengan keka­lah­an tim besutannya. Mar­wiijk terlihat kurang mood saat memimpin pasukannya meng­unjungi Perdana Menteri Peter Balkenende dan Ratu Beatrice. “Pikiran ini terus ada dalam ke­pala saya. Sebab kami begitu de­kat (dengan juara). Kami seharusnya bisa menang,” tan­das Van Marwijk kepada AD Sportwelerd.

Skuad Oranye pantas trauma dan kecewa karena mereka ha­rus menunggu selama 32 tahun untuk tampil di final. Belanda pernah mencapai final Piala Du­nia pada tahun 1974 dan 1978. Pada tahun 1974 mereka kalah oleh Jerman Barat 2-1, lalu pada tahun 1978 gi­liran Ar­gen­tina yang men­jung­kal­kan mereka dengan skor 3-1.

Tak hanya ga­gal juara, per­for­ma Belanda sela­ma Piala Du­nia Afsel ju­ga ter­coreng de­ng­an pe­nam­­pilan kasar yang di­tun­jukkan me­reka. Ketika tim juara Spa­nyol dinobatkan se­bagai tim Fair Play, Belanda ter­catat sebagai tim paling “ko­tor”. Ba­gaimana tidak, Der Oranje menjadi tim ter­banyak yang meneirima kartu kuning (22) dan tim yang pa­ling ba­nyak melakukan pe­langgaran selama Piala Dunia Afsel (126 kali).


Prandelli Kritik FIFA

Piala Dunia 2010 di tanah Af­rika telah berakhir dengan me­nyisakan banyak kisah kon­troversi. Pelatih baru Italia Ce­sa­re Prandelli angkat bicara me­ngenai hal tersebut.

Menurutnya, memang sudah saatnya beberapa perubahan da­lam peraturan sepakbola di­lakukan, mulai dari pengguna­an teknologi sampai waktu per­tandingan.

Kepemimpinan wasit diper­ta­nyakan di Piala Dunia 2010 ka­rena adanya beberapa kepu­tu­san yang dinilai tak tepat. Be­berapa contohnya dapat dilihat mengenai perkara gol Inggris ke gawang Jerman dan gol Ar­gentina ke gawang Meksiko, yang mana keduanya terjadi di babak 16 besar.

Akibat blunder wasit terse­but, FIFA pun jadi sorotan pub­lik dan akhirnya berjanji akan meninjau ulang penggunaan teknologi dalam pertandingan, padahal sebelumnya mereka menentang hal tersebut, tak terkecuali Pr­e­siden FIFA Sepp Blatter.

Prandelli setuju dengan peng­g­unaan teknologi ini. “Teknologi harus dipergunakan. Wasit harus­nya memiliki sebuah mikrofon se­hingga kita semua bisa mende­ngar apa yang dia putuskan,” tukas Prandelli di Football Italia.

Suksesor Marcello Lippi ter­sebut menilai bahwa FIFA ti­dak belajar dari kesalahan masa lalu karena menolak pengguna­an teknologi video untuk mem­ban­tu wasit dalam memutuskan.

“Anda harus bilang bahwa teknologi video sudah eksis. Li­hat saja final Piala Dunia 2006 di Berlin, terkait diusir­nya Zinedine Zidane. Ofisial keempat bilang kepada wasit apa yang terjadi setelah dia me­lihat tayangan ulang di monitor. Mereka tak mengakui hal itu, tapi inilah yang terjadi,” papar bekas pelatih Fiorentina itu.

Pelatih yang diharapkan suk­ses melakukan regenerasi pe­main di timnas Italia tersebut pun punya usulan lain terkait for­­mat waktu pertandingan yang selama ini berlaku 2x45 me­nit. “Kita harusnya punya pe­riode pertandingan 2x30 menit, di mana waktu hanya berjalan saat bola sedang dimainkan. Se­perti yang dilakukan di olah­raga basket,” pungkasnya.



Mudik Skuad Oranye Dikawal Dua Jet F-16


PESAWAT YANG MENGANGKUT SKUAD BELANDA SETELAH PULANG DARI AFSEL DIKAWAL DENGAN JET F-16




Jakarta, RMOL. Gagal meraih trofi Piala Du­nia, pemain Belanda tetap men­dapat sambutan luar biasa keti­ka mendarat di Bandara Schi­phol, Amsterdam. Bahkan, sam­butan itu sudah diberikan ketika rombongan masih di udara.

AFP kemarin melansir, ar­ma­da Belanda menggunakan pe­sawat KLM Boeing 777 de­ng­an gambar bendera Belanda di bagian depan. Pesawat ter­sebut mendapat pengawalan dua jet tempur F-16, satu di an­taranya berwarna oranye.

Dentuman meriam langsung meledak ketika pesawat men­darat pada pukul 5.20 sore wak­tu setempat. Bukan itu saja, ke­tika pemain menjejakkan ka­ki di Bandara, mereka melin­tasi karpet oranye menuju rua­ng­an kedatangan.

Ratusan karyawan di Ban­da­ra Schiphol menghentikan pe­ker­jaan mereka agar bisa men­dekat ke arah pemain sekadar ber­foto bersama. Pemain pun mendapat kalungan bunga.

Sekelompok fans fanatik Be­landa yang dikenal dengan se­bu­tan Oranje Elftal (Orange Ele­ven) sudah mendatangi Ban­dara dengan harapan bisa memberikan pujian kepada pe­main. Namun mereka tak bisa mendekat, dan harus puas me­nyak­sikan pemain kesayangan­nya dari jarak jauh.

Setelah melakukan wawan­cara dengan ratusan wartawan, para pemain dengan menggu­na­kan bus kemudian menuju sebuah hotel di tepi kota Noor­dwijk untuk berkumpul dengan keluarga.

Awalnya pemain akan diang­kut oleh helikopter. Tapi karena situasi tak memungkinkan, me­re­ka memilih naik bus.

Kemarin pagi, pemain dija­mu Ratu Beatrix dan Perdana Menteri Jan Peter Balkenende di Hague. Siang harinya, mere­ka diberikan penghormatan khusus dengan diarak di atas perahu di kanal Amsterdam, serta penghargaan khusus yang akan dihadiri puluhan ribu fans Belanda.

Seputar Piala dunia 2010

Sinyal Schweini Untuk Madrid

Dirijen Jerman Bastian Sch­weinsteiger menyatakan tidak keberatan pindah dari klubnya saat ini Bayern Muenchen. Me­mang hingga saat ini Schweini masih terikat kontrak dengan klub tersukses di Jerman itu.

Namun tidak menutup ke­mungkinan kalau hal itu akan berubah di masa depan. “Saya tidak menikah dengan Bayern. Bundesliga memang hebat, tapi kalau memang saya harus pin­dah ya tentu saja mungkin. Pe­mikiran pergi ke luar negeri me­nyenangkan,” ujar Schweini seperti dilansir Soccernet.

Schweinsteiger  menjadi ge­landang yang mencuri perha­tian publik di Piala Dunia 2010. Tusukan dan umpan akuratnya membuat Jerman perkasa hing­ga babak semifinal.

Padahal, tadinya peran Sch­wei­ni diragukan ka­rena hanya jadi ‘pe­main peng­ganti’ Mi­chael Ballack yang cedera. Na­mun, bersama pe­main 25 tahun ini Jerman tum­buh jadi tim me­matikan dengan motor sera­ng­an pemain-pe­main muda.

Inilah yang membuat Real Madrid dan Chelsea kepincut membelinya dari Muenchen. “Me­mang ada beberapa tawar­an, tapi saya punya punya kon­trak dengan Bayern hingga 2012, dan saya menghormati kontrak dan klub,” kata Schweini lagi.

Untuk itu, dia dikabarkan meminta kubu Bayern untuk mempertimbangkan tawaran Madrid. Me­nu­rut AS, Sch­weini telah mengin­struk­sikan kepada agen­nya, Robert Sch­nei­der agar peja­bat Munich men­­­­de­ngar pe­nawa­ran kubu Ber­na­beu.

Sch­wei­­ni me­la­ku­kan­nya karena ter­­tarik hijrah ke Ma­drid. Meski ku­bu Chel­sea juga sangat serius meng­ingin­kannya.

Kubu Allianz Arena mem­­ban­derol buy out clause untuk Sch­wei­nstei­ger 55 juta euro. Ma­drid dikabar­kan menja­di­kannya sebagai salah satu prio­rit­as transfer di mu­sim panas ini.


Buang Trouble Makers!

Era baru sepakbola Prancis ada di tangan arsitek baru Les Bleus, Laurent Blanc. Agar mimpi buruk Afsel tak terulang, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy titip pesan kepada Blanc agar tak lagi memanggil para pemain bermasalah.

Semua itu tentunya berkaitan dengan kasus memalukan yang menimpa tim Prancis di Piala Dunia lalu. Dimulai ditendangnya Nicolas Anelka, pemboikotan latihan oleh pemain, perseteruan dengan pelatih dan staff mewarnai tersingkirnya Les Blues di fase grup.

Kejadian itu sampai ke telinga Sarkozy dan langsung bikin orang nomor satu di negeri mode itu murka. Tak berapa lama usai Prancis tiba di tanah airnya, Thierry Henry langsung dipanggil untuk menjelaskan duduk perkaranya.

Kini setelah beberapa lama berlalu Sarkozy kembali bertitah mengenai tim Prancis yang dilakukannya di televisi pertama kali usai tersingkirnya. Kali ini yang disasarnya adalah Blanc yang jadi pelatih baru tim “Ayam Jantan”.

Pesan Sarkozy pun cukup keras yaitu meminta Blanc agar tak lagi memakai para pemain yang jadi biang keladi dalam kasus yang terjadi di Afrika Selatan tempo hari silam.

Pada saat itu pemain yang terlibat konflik dengan Domenech selain Anelka adalah kapten Patrice Evra, Eric Abidal dan William Gallas.

“Seperti apa imej yang ditunjukkan tim Prancis di Afrika Selatan? Sangat memalukan. Aku katakan bahwa pemain yang terlibat harus pergi. Biarkan mereka pergi dan jangan dicerca terus-terusan. Para pemain tidak boleh mendapatkan bonus dan mereka tidak pantas mendapatkannya,” tegas Sarkozy seperti dilansir AFP.

Tapi Blanc nampaknya masih ragu mengambil tindakan tegas terhadap para “pembuat onar”. Menurut dia, Evra, Ribery dan Abidal adalah aset yang masih berguna di masa mendatang meski pun itu bukan jaminan nama-nama itu akan otomatis masuk dalam pilihan utamanya.

“Sedih rasanya saat melihat Piala Dunia kemarin. Saya sangat kecewa dengan hasil itu dan saya sangat terkejut dengan sebagian perangai mereka,” ujar Blanc.

“Bagaimanapun saya bukanlah momok bagi mereka. Bukan tugas saya untuk memberikan sanksi kepada mereka,” sambungnya

“Saya mungkin akan memilih mereka jika saya pikir mereka adalah pemain terbaik yang masih ada. Sepertinya saya harus membuat pilihan dan mungkin beberapa pemain yang ikut di Afrika Selatan tak akan saya pilih jika mereka bukan yang terbaik di posisinya,” pungkas pelatih 45 tahun itu.


Reds Gaet Chu-young?

 Liverpool menjadi salah satu klub yang tertarik dengan salah satu bintang Korea Selatan di Pia­la Dunia 2010, Park Chu-young.

Dilaporkan The Sun, Liver­pool sudah menyiapkan dana se­besar enam juta poundsterling untuk memboyongnya ke An­field dari AS Monaco.

Kesiapan Liverpool tak lepas dari penegasan AS Monaco yang menyatakan siap melepas pema­in berusia 25 tahun itu jika men­dapat tawaran yang tepat.

Pelatih AS Monaco Guy La­com­be mengisyarakatkan diri­nya akan melepas Park Chu-young, jika ada klub yang bersedia mem­belinya dengan harga tinggi.

“Saya tidak tahu soal rumor transfer. Kendati ada tawaran untuknya, kami tidak keberatan menjualnya. Tapi di sepakbola saya kira tidak ada kata tidak mungkin,” kata Lacombe.

Chu-young tampil menge­san­kan sepanjang Piala Dunia 2010 dan sejumlah klub Inggris; Ful­ham, Aston Villa dan Ever­ton, menginginkannya.

Sejauh ini belum ada klub yang mengajukan tawaran ke AS Mona­co. Tiga klub Inggris itu ju­ga be­lum mengontak agen Chu-young.

Di sisi lain, Chu-young belum berkomentar apakah dirinya ter­tarik pindah ke Liga Primer atau betah bermain di Monaco.

Chu-young tampil memesona di Afrika Selatan. Ia juga sempat mencetak satu gol untuk Korea Selatan saat melawan Nigeria. Ia diharapkan bisa menjadi peng­ganti Yossi Benayoun yang hi­j­rah ke Chelsea.

Seputar Piala dunia 2010

Three Lions Bela Heskey

Piala Dunia 2010 menjadi momen terakhir Emile Heskey membela timnas Inggris setelah striker berusia 32 tahun itu memutuskan untuk pensiun.

Namun, Heskey tetap meninggalkan kontroversi setelah gantung sepatu. Kehadiran Heskey di skuad Inggris memang selalu menimbulkan perdebatan di antara fans.

Tak sedikit yang membela Heskey karena memperlihatkan sebagai pemain depan yang tidak egois. Dia lebih sering memberikan bola kepada rekannya yang memiliki peluang lebih bagus untuk mencetak gol.

Sebaliknya yang lain menilai striker Aston Villa ini tak layak bermain di timnas. Kontribusi golnya sangat minim. Dia hanya mencetak tujuh gol dalam 62 kali penampilannya bersama The Three Lions. Heskey kembali mendapat kritikan karena kegagalannya mencetak gol di Piala Dunia 2010. Meski sempat memberi kontribusi berarti saat mengantarkan Steven Gerrard mencetak gol di laga kontra Amerika Serikat, namun performa striker berusia 32 ini dinilai tak memenuhi harapan.

Dirinya juga gagal mencetak gol saat menghadapi Aljazair. Heskey kemudian tak lagi masuk tim inti pada dua pertandingan berikutnya melawan Slovenia dan Jerman di babak 16 besar. Seperti Wayne Rooney, dirinya sama sekali tak pernah membobol gawang lawan.

Padahal, manajer Fabio Capello berharap Heskey memberi kontribusi besar bagi The Three Lions. Terutama setelah menyaksikan penampilannya selama kualifikasi Piala Dunia. Sayang harapan Capello gagal dipenuhi Heskey.

Namun, rupanya Heskey mendapat pembelaan dari rekan-rekannya di timnas. “Bila mencermati karirnya, dia sesungguhnya telah memberikan yang terbaik bagi timnas,” ujar pemain sayap Villa Stewart Downing. “Semua pemain besar yang pernah bermain bersama dia di timnas pasti memujinya. Dia pemain yang bagus dan sosok yang ramah,” jelasnya.

Heskey sudah memperkuat Inggris di Piala Eropa 2000. Bekas striker Liverpool ini juga berlaga di Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2004. Sempat absen selama tiga tahun, Heskey yang pernah bermain di Leicester City dan Wigan Athletic ini kembali dipanggil untuk mengikuti kualifikasi Piala Eropa 2008. Sayangnya, Inggris gagal lolos.

Mengenai kegagalan Heskey di Piala Dunia 2010, Downing membela sesungguhnya Heskey telah bekerja keras untuk bagi timnya, namun tampaknya hal itu tak diperhatikan oleh para suporter.

“Menurut saya, dia bermain bagus di Afrika Selatan. Banyak orang yang mengatakan hal sama tentang dirinya. Heskey sesungguhnya bekerja keras untuk tim. Barangkali ini tak diperhatikan oleh fans,” pungkas Downing.



Presiden Brazil Bahas Masalah Samba

Brazil sebagai tim favorit juara harus menerima kenyataan pahit setelah gagal kembali mengukir prestasi di Piala Dunia 2010. Kegagalan tersebut rupa­nya mendapatkan perhatian dari presiden negara tersebut, Luiz Ina­cio Lula da Silva. Lula pun me­mbahas Samba, menyangkut faktor pemain dan pelatih.

Laju Brazil di Piala Dunia Af­sel dihentikan Belanda di per­empat final dengan skor 1-2. Tak hanya kalah, Brazil juga harus menerima kesialan lainnya saat Felipe Melo diganjar kartu me­rah oleh wasit.

Catatan Brazil di babak grup adalah dua kali menang dan se­kali imbang, membukukan lima gol dan kebobolan dua gol.

Presiden Lula menilai bahwa tim asuhan Dunga merupakan Samba yang paling rapuh dan paling lemah. Dikutip dari As­so­ciated Press, presiden Brazil se­jak tahun 2003 itu menilai bah­wa Selecao membutuhkan “pe­main generasi baru”.

Lula berpendapat yang mem­buat tim Brazil yang sekarang lemah adalah banyaknya pemain Brazil yang meninggalkan tanah airnya dan memperkuat klub luar negeri di usia sangat muda. Lula berharap adanya hukum yang mem­batasi usia pemain muda un­tuk bermain di klub luar negeri.

Soal pelatih, Lula menilai ada tiga kandidat yang cocok untuk menggantikan Carlos Dunga yang dicopot pasca kegagalan meraih trofi keenam Piala Dunia.

“Kami memerlukan profesio­nal sejati yang paham bagaimana menjadi pelatih. Luiz Felipe Sco­lari punya kualitas, Wander­ley Luxemburgo lebih dari seka­dar memiliki kompetensi, dan Ma­no Menezes adalah ahli stra­tegi yang ulung dan berhasil mem­bawa Corinthians promosi di musim 2008,” tukasnya seper­ti dilansir dari Xinhua.

Federasi Sepakbola Brazil (CBF) sendiri rencananya akan mengumumkan pelatih anyar bagi juara dunia lima kali itu pa­da akhir bulan ini.



Arab Mengharamkan Vuvuzela


Penggunaan Vuvuzela sela­ma turnamen Piala Dunia 2010 lalu memang menuai banyak kri­tikan dari berbagai pihak. Sete­lah Piala Dunia usai pun, masih ada pihak yang mengecam terom­pet tradisional Afrika Selatan itu.

Badan kewenangan umum urusan Islam dan wakaf Uni Emi­­rat Arab, mengeluarkan fatwa haram untuk alat musik terompet Vuvuzela. Namun hal itu berlaku jika dalam penggunaannya bisa mengganggu dan merusak pen­dengaran.

Fatwa tersebut diatur pada pa­sal 11625. Dalam fatwa tersebut disebutkan jika penggunaan vu­vu­zela hanya boleh digunakan di dalam stadion, jika memang da­lam penggunaannya tidak meru­gikan pihak lain. “Akan tetapi, importir dan para penjual harus me­mastikan kekuatan dari sua­ranya tidak me­lebihi 100 desibel, sehingga bisa dihindari merusak pendengaran orang lain,” demi­kian fatwa ter­sebut berbunyi.

Penetapan fatwa ini didasark­an pada hasil penelitian yang diketahui bunyi keras vuvuzela yang bisa melebihi 100 desibel. Dengan bunyi sekeras itu, bisa ber­dampak pada rusaknya pen­dengaran seseorang. Dalam se­jum­lah kasus, vuvuzela bisa me­nyebabkan kerusakan permanen.

“Vuvuzela yang ada di pasaran saat ini bisa mengeluarkan suara hingga mencapai 127 desibel,” lanjut pernyataan tersebut.

Tak hanya dapat merusak pen­dengaran, wacana penggunaan Vuvuzela di Uni Emirat Arab ju­ga memicu kritik karena pembe­ritaan sebelumnya yang menya­ta­kan bahwa Vuvuzela dapat me­nye­barkan virus. Selain itu, ada­nya kabar jika Vuvuzela kerap di­gunakan untuk aksi klenik di Afrika memaksa para pengusaha di Arab mempertimbangkan ulang untuk mengimport alat tiup ini.

Dhia el Din misalnya. Peng­usaha Abu Dhabi asal Palestina itu sedang mengevaluasi renca­nanya untuk mengimport 10 ribu instrumen tiup ini dari Britania Raya menyusul pemberitaan ne­gatif tentang Vuvuzela.

“Saya mencari di internet dan menemukan sejumlah artikel vu­vu­zela kerap digunakan oleh du­kun Afrika atau para penyihir. Sa­ya mengetahui mereka digu­na­kan untuk mengusir setan. Tak hanya itu, mereka juga tidak hi­gienis. Mereka bisa menyebar­kan virus bakteria. Masalah se­perti ini membuat saya berhenti untuk mendatangkannya ke si­ni,” tutupnya.