Jumat, 16 Juli 2010

Sekilas MotoGP 2010

Dani Pedrosa
(zimbio.com)
INILAH.COM, Jakarta-Pembalap dunia MotoGP dari tim Repsol Honda, Dani Pedrosa, akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat untuk menyapa penggemarnya di tanah air.
"Pedrosa akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat. Ia datang ke sini untuk mempromosikan Honda Racing School," ujar sebuah sumber PT Astra Honda Motor, Rabu (14/7).
Kabar kedatangan Dani Pedrosa ke Indonesia semakin santer karena akun resmi Honda Indonesia di situs jejaring sosial Facebook dan Twitter membagi-bagikan tiket meet and greet Dani Pedrosa baru-baru ini.
Pedrosa lahir di Sabadell, Spanyol, 29 September 1985. Ia memulai debut balap grandprix motor profesionalnya tahun 2001 di kelas GP 125 cc bersama tim Telefonica Movistar Honda JR. Tahun 2002 ia membalap di tim yang sama dan meraih juara ketiga MotoGP di kelas 125 cc.
Di musim balap 2003 bersama tim Telefonica Movistar Honda JR, ia merebut juara dunia GP 125cc dengan poin 223.
Di tahun 2004 ia pindah ke kelas 250 cc dan bergabung dengan tim telefonica movistar Honda 250, dan langsung merebut juara dunia GP 250cc. Tahun 2005 ia kembali mendominasi balapan dan mempertahankan gelar juara dunia GP 250 cc.
Di musim balap 2006 ia pindah ke kelas MotoGP dan membalap untuk tim Repsol Honda, bersama pembalap Amerika Nicky Hayden.
Musim 2010, Pedrosa berada di peringkat kedua untuk klasemen pembalap MotoGP dengan nilai 113 poin. Dari tujuh balapan di tahun ini, Pedrosa meraih juara pertama satu kali dan empat kali naik podium.


Jorge Lorenzo Main Aman
SACHSENRING – MotoGP 2010 makin dekat dengan juara baru. Dengan lima kemenangan dari tujuh seri yang telah berlangsung, pembalap Fiat Yamaha Jorge Lorenzo nyaman berada di puncak klasemen sementara pembalap. Dia sudah mengumpulkan 165 poin. Dia unggul 52 poin atas rival terdekatnya, pembalap Repsol Honda Dani Pedrosa.
Keunggulan yang cukup jauh itu membuat Lorenzo lebih tenang menjalani seri-seri ke depan. Untuk menjadi juara dunia, dia tidak harus memenangi semua lomba. Di Sirkuit yang sulit ditaklukkan, dia bisa lebih berhati-hati untuk mendapatkan poin semaksimal mungkin tanpa harus mengambil risiko untuk mengejar kemenangan. Strategi itulah yang kemungkinan besar akan dipilih Lorenzo akhir pekan ini di MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring.
Di sirkuit pendek dan sempit itu, Lorenzo memang tidak punya catatan bagus. Sejak tampil di Grand Prix 125 cc, dia belum pernah sekali pun menang di sirkuit dengan panjang lintasan 3,671 kilometer tersebut.
”Sachsenring merupakan sirkuit yang saya sukai. Namun, saya belum pernah menang di sana. Situasinya sama dengan Laguna Seca,’’ kata Lorenzo sebagaimana dilansir Autosport.
Tahun lalu dia nyaris menang. Namun, rekan setimnya, Valentino Rossi, yang akhirnya menjadi juara dunia 2009 menjadi yang terdepan. Saat melintasi garis finis, Rossi unggul 0,099 detik atas Lorenzo.
”Sachsenring merupakan sirkuit yang cukup sulit dan menjadi salah satu lintasan terpendek di MotoGP. Kami tidak tahu seperti apa cuacanya pada hari balapan nanti. Cuaca bisa sangat panas. Mungkin lebih baik bila hujan,’’ papar pembalap bernomor 99 tersebut.
Manajer Lorenzo di tim Fiat Yamaha, Wilco Zeelenberg, memberikan peringatan kepada Lorenzo. Menurut dia, juara dunia 250 cc dua kali itu tak perlu terlalu bernafsu mengejar kemenangan. Bagi dia, meraih podium saja sudah cukup baik untuk menjaga posisi di puncak klasemen.
’’Sachsenring merupakan sirkuit yang menarik. Sepertinya, Yamaha punya rekor bagus di sini. Jorge memang belum pernah menang. Bahkan, faktanya, dia baru sekali naik podium di Sachsenring. Menurut saya, dia bukanlah favorit di sini,’’ jelas Zeelenberg. ’’Kami punya keunggulan 52 poin. Jadi, kami bisa lebih berhati-hati dan tak mengambil banyak risiko,’’ tambahnya.
Di Sachsenring Lorenzo dan para pembalap lainnya bakal menyambut kembali kehadiran Valentino Rossi. Juara bertahan MotoGP itu absen dalam empat balapan. Meski peluangnya untuk mempertahankan gelar makin tipis, kehadirannya di lintasan tetap akan membuat ramai persaingan.

Elias Ingin Kembali ke MotoGP

text TEXT SIZE :  
Share
Hendra Mujiraharja - Okezone

Toni Elias ingin kembali ke MotoGP 2011. Foto: Getty Images
SACHSENRING – Toni Elias masih penasaran dengan MotoGP. Tak heran, pembalap Moto2 bertekad kembali ke balapan kelas premier pada kompetisi 2011 mendatang. Elias terpaksa meninggalkan kelas premier MotoGP 2010-11. Pembalap yang mengakhiri kompetisi musim lalu dengan berada di posisi tujuh itu memilih berkompetisi di Moto2. Tapi Elias tidak patah arang. Pembalap yang kini memperkuat Gresini Moriwaki ingin membuktikan masih pantas berlaga di MotoGP dengan menduduki posisi puncak di Moto2. “Saya menunggu tawaran yang datang,” kata Elias. “Saya hanya memikirkan kembali ke MotoGP 2011. Sebab, saya hanya ingin bertahan di Moto2 pada tahun ini saja. Jika juara atau tidak saya ingin kembali ke MotoGP.” Elias memang masih penasaran dengan balapan MotoGP. Setelah naik kelas pada 2005 bersama Yamaha Tech 3, pembalap asal Spanyol tersisih dari balapan pada awal musim ini. Nasib lebih beruntung dialami Alex de Angelis. Mantan rekannya di Honda Gresini itu masih berlaga di MotoGP dengan memperkuat Interwetten Honda. “Tahun lalu Alex merupakan rekan setim saya dan kami memiliki hubungan baik,” lanjut Elias.
“Saya senang dia masih bisa berlaga di MotoGP. Saya prihatin dengan nasib buruk yang dialminya tahun ini dengan kecelakaan. Itu bukan salah dia dan saya mendoakannya,” tandas pembalap 27 tahun dilansir Crash.net, Rabu (14/7/20)
Stoner Ingin Bangkit di Sachsenring
Rabu, 14 Juli 2010 | 18:05 WIB
AFP/ALAIN JOCARD
Casey Stoner segera tinggalkan Ducati
SACHSENRING, KOMPAS.com — Casey Stoner menjadi pemenang pada balapan terakhir di Jerman. Pebalap Australia ini unggul lebih dari sepersepuluh detik dari saingan terdekatnya, Jorge Lorenzo. Namun, pada awal musim MotoGP 2010 ini, performa Stoner bersama Ducati GP10 tidak menjanjikan. Akan tetapi, pada dua seri terakhir di Assen dan Catalunya, mantan juara dunia 2007 ini mulai menunjukkan konsistensinya dengan selalu naik podium sehingga posisinya di klasemen sementara naik ke urutan keenam. Nah, dengan adanya klaim sudah memiliki "feeling yang bagus" terhadap motor yang ia pakai sekarang, Stoner akan memanfaatkan momen balapan di Sachsenring akhir pekan ini sebagai sebuah kesempatan untuk menemukan kembali kehebatannya. Dengan demikian, ia yakin akan terus meraih kemenangan pada seri-seri selanjutnya. "Kami selalu menghadapi balapan yang bagus di Sachsenring. Saya meraih podium pertama di sana, dan saya menantikannya," ujar Stoner, yang akhir pekan lalu mengumumkan bahwa dia akan bergabung dengan Honda pada musim mendatang. "Kami sedikit lebih percaya diri dengan motor. Segalanya berjalan dengan cukup baik pada tiga balapan terakhir, dan kami hanya perlu meningkatkan sedikit kecepatan. Kami harus mencoba beberapa hal berbeda untuk mendapatkan cengkeraman tanpa kehilangan rasa pada motor." "Anda perlu cengkeraman samping yang bagus di Sachsenring karena banyak sudut panjang, yang membuat kamu akan selama mungkin mempertahankan gas. Juga, ketika sampai di ujung tikungan 12 dan ingin membelok, Anda perlu traksi yang bagus." "Oleh karena itu, saya menantikan balapan berikutnya karena jika kami bisa menemukan hasil setelan yang bagus, maka hal itu akan memberi kami kesempatan untuk meraih hasil baik. Saya ingin meraih beberapa hasil baik sehingga saya dan tim akan bekerja keras 100 persen untuk mendapatkannya."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar