Rabu, 21 Juli 2010

Seputar piala dunia 2010

Asamoah Gyan, Sang “Man of The Match”

Asamoah Gyan, sang “Man of The Match” pada pertandingan perempatfinal antara Uruguay vs Ghana. Pemenangnya adalah Uruguay, tapi para pendukung Uruguay sepertinya bakal tersenyum kalau pemain lawan tersebut yang jadi Man of The Match.. :mrgreen:
90 menit waktu normal sudah berjalan, kedudukan imbang 1-1 sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak extra time. Di menit ke-120, Ghana mendapatkan tendangan pojok, kemelut terjadi di depan gawang Uruguay. Hampir saja terjadi gol kalau tidak ada Luis Suarez, top scorer Uruguay di Piala Dunia 2010 ini. Ia dengan brilian menghalau laju bola dengan tangannya, ternyata tidak hanya jago mencetak gol saja. Suarez juga berbakat jadi kiper. Ghana pun di ambang kemenangan karena wasit menghadiahkan penalti serta mengkartumerahkan Suarez..
Asamoah Gyan kemudian maju sebagai eksekutor penalti. Tendangan penaltinya adalah tendangan terakhir di pertandingan tersebut, kalau masuk maka ia akan mencetak sejarah, membawa Ghana maju ke semifinal piala dunia untuk pertama kalinya. Gyan akhirnya mengeksekusi tendangan tersebut, akhirannya hampir sulit dipercaya. Bola membentur tiang gawang.. :mrgreen:


Asamoah Gyan gagal mengeksekusi penalti

Menit terakhir pertandingan, kesempatan bagus sekali seumur hidup, tendangan penalti dan semifinal di depan mata. Asamoah oh Gyan.. Nasibmu kurang beruntung. :D


Diego Forlan Ngebet Empat Tahun Lagi

Faktor usia rupanya tak menghalangi striker andalan Uruguay Diego Forlan untuk tam­pil lagi di Piala Dunia. Forlan mengakui dirinya masih ingin memberikan yang terbaik buat negaranya dengan tampil sekali lagi di Piala Dunia 2014 Brazil.

Di usia 31 tahun, Forlan men­jadi salah satu pemain paling bersinar di Piala Dunia 2010 lalu. Keberhasilannya men­cetak lima gol dan meng­antar Uru­guay mencapai semi­final mem­buatnya diganjar gelar Pemain Terbaik (Golden Ball).

Pengalaman tampil apik di Afrika Selatan rupanya mem­buat Forlan ketagihan. Penye­rang Atletico Madrid itu mera­sa kalau dirnya masih sanggup tam­pil di Piala Dunia ketiganya di Brasil empat tahun mendatang.

Forlan akan menginjak usia 35 pada empat tahun ke depan. Namun rekan Forlan, Sebastian Abreu, pernah mengatakan umur tidak bisa menjadi pem­batas buat seseorang untuk te­rus berkarir. Rupanya pernya­taan rekannya itu telah meng­inspirasi dirinya.

“Saya pikir saya masih ber­peluang tampil di Piala Dunia 2014,” ujar Forlan.

Penyerang Atletico Madrid ini yakin akan mampu mem­bawa La Celleste bisa melaju lebih jauh lagi pada Piala Du­nia mendatang. Namun, me­nu­rutnya, yang terpenting timnya sudah harus dipastikan lolos dulu dari babak kualifikasi zo­na Amerika Selatan.

Usia 35 tahun me­mang su­dah terma­suk uzur, na­mun bu­kan berarti tak da­pat lagi mem­beri kontribusi lagi bagi tim. Con­toh­nya ada­lah penye­rang Meksiko Cuauhtemoc Blanco yang tampil di Piala Dunia Afsel lalu. Ken­dati usianya sudah 37 tahun, namun dirinya ma­sih bisa mencetak gol buat Tricolor.

Sebelum Piala Dunia 2010, Forlan pernah tampil di Piala Dunia 2002 di Korea Selatan/Je­pang. Hanya saja, saat itu lang­kah Uruguay terhenti di fase grup dan Forlan cuma men­cetak satu gol.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar