Selasa, 20 Juli 2010

Seputar Piala dunia 2010

Three Lions Bela Heskey

Piala Dunia 2010 menjadi momen terakhir Emile Heskey membela timnas Inggris setelah striker berusia 32 tahun itu memutuskan untuk pensiun.

Namun, Heskey tetap meninggalkan kontroversi setelah gantung sepatu. Kehadiran Heskey di skuad Inggris memang selalu menimbulkan perdebatan di antara fans.

Tak sedikit yang membela Heskey karena memperlihatkan sebagai pemain depan yang tidak egois. Dia lebih sering memberikan bola kepada rekannya yang memiliki peluang lebih bagus untuk mencetak gol.

Sebaliknya yang lain menilai striker Aston Villa ini tak layak bermain di timnas. Kontribusi golnya sangat minim. Dia hanya mencetak tujuh gol dalam 62 kali penampilannya bersama The Three Lions. Heskey kembali mendapat kritikan karena kegagalannya mencetak gol di Piala Dunia 2010. Meski sempat memberi kontribusi berarti saat mengantarkan Steven Gerrard mencetak gol di laga kontra Amerika Serikat, namun performa striker berusia 32 ini dinilai tak memenuhi harapan.

Dirinya juga gagal mencetak gol saat menghadapi Aljazair. Heskey kemudian tak lagi masuk tim inti pada dua pertandingan berikutnya melawan Slovenia dan Jerman di babak 16 besar. Seperti Wayne Rooney, dirinya sama sekali tak pernah membobol gawang lawan.

Padahal, manajer Fabio Capello berharap Heskey memberi kontribusi besar bagi The Three Lions. Terutama setelah menyaksikan penampilannya selama kualifikasi Piala Dunia. Sayang harapan Capello gagal dipenuhi Heskey.

Namun, rupanya Heskey mendapat pembelaan dari rekan-rekannya di timnas. “Bila mencermati karirnya, dia sesungguhnya telah memberikan yang terbaik bagi timnas,” ujar pemain sayap Villa Stewart Downing. “Semua pemain besar yang pernah bermain bersama dia di timnas pasti memujinya. Dia pemain yang bagus dan sosok yang ramah,” jelasnya.

Heskey sudah memperkuat Inggris di Piala Eropa 2000. Bekas striker Liverpool ini juga berlaga di Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2004. Sempat absen selama tiga tahun, Heskey yang pernah bermain di Leicester City dan Wigan Athletic ini kembali dipanggil untuk mengikuti kualifikasi Piala Eropa 2008. Sayangnya, Inggris gagal lolos.

Mengenai kegagalan Heskey di Piala Dunia 2010, Downing membela sesungguhnya Heskey telah bekerja keras untuk bagi timnya, namun tampaknya hal itu tak diperhatikan oleh para suporter.

“Menurut saya, dia bermain bagus di Afrika Selatan. Banyak orang yang mengatakan hal sama tentang dirinya. Heskey sesungguhnya bekerja keras untuk tim. Barangkali ini tak diperhatikan oleh fans,” pungkas Downing.



Presiden Brazil Bahas Masalah Samba

Brazil sebagai tim favorit juara harus menerima kenyataan pahit setelah gagal kembali mengukir prestasi di Piala Dunia 2010. Kegagalan tersebut rupa­nya mendapatkan perhatian dari presiden negara tersebut, Luiz Ina­cio Lula da Silva. Lula pun me­mbahas Samba, menyangkut faktor pemain dan pelatih.

Laju Brazil di Piala Dunia Af­sel dihentikan Belanda di per­empat final dengan skor 1-2. Tak hanya kalah, Brazil juga harus menerima kesialan lainnya saat Felipe Melo diganjar kartu me­rah oleh wasit.

Catatan Brazil di babak grup adalah dua kali menang dan se­kali imbang, membukukan lima gol dan kebobolan dua gol.

Presiden Lula menilai bahwa tim asuhan Dunga merupakan Samba yang paling rapuh dan paling lemah. Dikutip dari As­so­ciated Press, presiden Brazil se­jak tahun 2003 itu menilai bah­wa Selecao membutuhkan “pe­main generasi baru”.

Lula berpendapat yang mem­buat tim Brazil yang sekarang lemah adalah banyaknya pemain Brazil yang meninggalkan tanah airnya dan memperkuat klub luar negeri di usia sangat muda. Lula berharap adanya hukum yang mem­batasi usia pemain muda un­tuk bermain di klub luar negeri.

Soal pelatih, Lula menilai ada tiga kandidat yang cocok untuk menggantikan Carlos Dunga yang dicopot pasca kegagalan meraih trofi keenam Piala Dunia.

“Kami memerlukan profesio­nal sejati yang paham bagaimana menjadi pelatih. Luiz Felipe Sco­lari punya kualitas, Wander­ley Luxemburgo lebih dari seka­dar memiliki kompetensi, dan Ma­no Menezes adalah ahli stra­tegi yang ulung dan berhasil mem­bawa Corinthians promosi di musim 2008,” tukasnya seper­ti dilansir dari Xinhua.

Federasi Sepakbola Brazil (CBF) sendiri rencananya akan mengumumkan pelatih anyar bagi juara dunia lima kali itu pa­da akhir bulan ini.



Arab Mengharamkan Vuvuzela


Penggunaan Vuvuzela sela­ma turnamen Piala Dunia 2010 lalu memang menuai banyak kri­tikan dari berbagai pihak. Sete­lah Piala Dunia usai pun, masih ada pihak yang mengecam terom­pet tradisional Afrika Selatan itu.

Badan kewenangan umum urusan Islam dan wakaf Uni Emi­­rat Arab, mengeluarkan fatwa haram untuk alat musik terompet Vuvuzela. Namun hal itu berlaku jika dalam penggunaannya bisa mengganggu dan merusak pen­dengaran.

Fatwa tersebut diatur pada pa­sal 11625. Dalam fatwa tersebut disebutkan jika penggunaan vu­vu­zela hanya boleh digunakan di dalam stadion, jika memang da­lam penggunaannya tidak meru­gikan pihak lain. “Akan tetapi, importir dan para penjual harus me­mastikan kekuatan dari sua­ranya tidak me­lebihi 100 desibel, sehingga bisa dihindari merusak pendengaran orang lain,” demi­kian fatwa ter­sebut berbunyi.

Penetapan fatwa ini didasark­an pada hasil penelitian yang diketahui bunyi keras vuvuzela yang bisa melebihi 100 desibel. Dengan bunyi sekeras itu, bisa ber­dampak pada rusaknya pen­dengaran seseorang. Dalam se­jum­lah kasus, vuvuzela bisa me­nyebabkan kerusakan permanen.

“Vuvuzela yang ada di pasaran saat ini bisa mengeluarkan suara hingga mencapai 127 desibel,” lanjut pernyataan tersebut.

Tak hanya dapat merusak pen­dengaran, wacana penggunaan Vuvuzela di Uni Emirat Arab ju­ga memicu kritik karena pembe­ritaan sebelumnya yang menya­ta­kan bahwa Vuvuzela dapat me­nye­barkan virus. Selain itu, ada­nya kabar jika Vuvuzela kerap di­gunakan untuk aksi klenik di Afrika memaksa para pengusaha di Arab mempertimbangkan ulang untuk mengimport alat tiup ini.

Dhia el Din misalnya. Peng­usaha Abu Dhabi asal Palestina itu sedang mengevaluasi renca­nanya untuk mengimport 10 ribu instrumen tiup ini dari Britania Raya menyusul pemberitaan ne­gatif tentang Vuvuzela.

“Saya mencari di internet dan menemukan sejumlah artikel vu­vu­zela kerap digunakan oleh du­kun Afrika atau para penyihir. Sa­ya mengetahui mereka digu­na­kan untuk mengusir setan. Tak hanya itu, mereka juga tidak hi­gienis. Mereka bisa menyebar­kan virus bakteria. Masalah se­perti ini membuat saya berhenti untuk mendatangkannya ke si­ni,” tutupnya.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar