Senin, 19 Juli 2010

seputar Piala dunia 2010

Socrates: Scolari Kembalilah Ke Brazil...


LUIS FELIPE SCOLARI




Jakarta, RMOL. Bekas kapten timnas Brazil Socrates berharap Luis Felipe Scolari kembali menangani Se­le­cao. Dari kacamata Socrates, Sco­lari memang pantas untuk kem­­bali ke timnas. Apalagi, diri­nya telah membuktikan presta­sinya dengan mengantarkan Bra­zil menjadi jua­ra di Piala Dunia 2002.

Ini merupakan prestasi terak­hir Brazil dengan lima kali me­menangi Piala Dunia. Usai mem­bawa Brazil meraih gelar juara, Scolari sendiri kemudian berpin­dah-pindah pekerjaan dengan me­nangani Portugal, Chelsea dan klub Uzbekistan, Bunyodkor.

Setelah mengundurkan diri dari Bunyodkor, Scolari kembali ke Brazil untuk menangani Pal­meiras. Scolari sebenarnya me­rasa bangga menjadi salah satu kandidat suksesor Carlos Dunga yang dipecat setelah Piala Dunia 2010 berakhir, namun dia sudah terikat kontrak dengan Palmeiras selama dua tahun dan tak mau mengingkari perjanjian tersebut.

Akan tetapi, Socrates berujar bahwa sudah ada solusi untuk itu dan Scolari bakal memegang dua jabatan, “Sudah ada pembica­ra­an, dia memegang dua jabatan. Se­lanjutnya, dia sepenuhnya me­nangani timnas setelah kontrak­nya di klub berakhir saat Brasil menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014,” kata Socrates.

Ditambahkan Socrates, diri­nya tak terlalu terkejut bila Bra­zil gagal di Piala Dunia 2010. Bah­kan rakyat Brasil tak terlalu ke­cewa dengan kegagalan terse­but. “Brasil tidak terlalu kecewa dengan kegagalan tersebut. Ka­mi memang tidak terlalu berha­rap tim tersebut bisa menjadi jua­ra,” ujarnya.

“Apa yang dilakukan Dunga tidak mencerminkan Brasil yang sesungguhnya. Tidak ada krea­tivitas sama sekali. Saat ini, ba­nyak yang berharap Scolari yang menjadi pelatih,” pungkas Soc­rates yang menampilkan jogo bonito bersama Zico dan Falcao serta deretan seniman Brazil lain­nya di Piala Dunia 1982. Sayang, mereka gagal menjadi juara.



Ozil On Sale

LARIS. Gelandang Werder Brehmen Mesut Ozil diincar sejumlah klub papan atas Eropa. (Foto AFP)
BREMEN -- Klub-klub besar Eropa yang menaruh minat terhadap Mesut Ozil bersorak girang. Werder Bremen kesulitan memperpanjang kontrak gelandang serang berusia 21 tahun tersebut. Manajer Umum Bremen Klaus Allofs bahkan sudah menyatakan menyerah, serta siap menjual pemuda yang bersinar di Piala Dunia 2010 tersebut.

"Kami sudah berbicara soal perpanjangan kontrak. Tapi sampai sekarang belum ada solusi yang memuaskan kedua belah pihak. Kami harus menerima situasi ini," keluh Allofs, sebagaimana dilansir Kreiszeitung Syke. "Jika tidak ada jalan lain, kami khawatir satu-satunya solusi adalah melepaskan Mesut," lanjut dia.

Sebagaimana diberitakan, kontrak Ozil bersama Die Grun Weissen, sebutan Bremen, memang tinggal tersisa satu tahun. Jika tidak dijual sekarang, Bremen bakal rugi besar. Sebab, tahun depan mereka harus melepasnya dengan status free transfer alias gratis. Namun, untuk menawarkan perpanjangan kontrak kepada pencetak satu gol di Piala Dunia itu pun, mereka tidak punya cukup dana.

Sebenarnya, lanjut Allofs, pihaknya sudah mencoba mengamankan kontrak Ozil beberapa pekan sebelum Piala Dunia. Namun, saat itu krisis sudah menimpa sejumlah klub Eropa, termasuk Bremen. Alhasil, mereka gagal menyepakati nilai kontrak baru sebelum Ozil berangkat ke Afrika Selatan.

"Selama dua pekan belakangan, kami berjuang keras mencapai deal dengan Ozil. Banyak gagasan yang muncul, tapi faktanya memang kami tidak bisa menahan dia," tutur Allofs. "Tidak, kami tidak marah. Kami sudah berusaha semampunya," imbuh dia.

"Saya bisa bayangkan, dalam beberapa pekan ke depan, sebelum windor transfers tutup, pasti banyak klub yang bakal menekan kami (untuk melepas Ozil,). Kami harus mendengar tawaran mereka, dan juga apa yang diinginkan Mesut sendiri," papar Allofs. Pernyataan Allofs tentu membuat klub-klub besar ambil kuda-kuda.

Memang, seiring penampilan apiknya di Afrika Selatan lalu, dia menjadi salah satu hot item yang diburu banyak pihak. Namanya sudah dikait-kaitkan dengan Real Madrid, Barcelona, Manchester United, dan Arsenal. Yang terakhir disebut ini diprediksi bakal gigih memburu Ozil untuk berjaga-jaga jika playmaker sekaligus kapten Cesc Fabregas benar-benar hengkang ke Barcelona.

Kendati demikian, Allofs tampaknya belum rela juga jika Ozil meninggalkan klub begitu cepat. Meski mengakui pembicaraan soal kontrak baru si pemain menemui jalan buntu, dia masih bersikap jual mahal untuk menggandoli pemain yang dibesarkan Schalke 04 tersebut. Dia memasang harga yang relatif tinggi, yakni 27 juta euro, atau setara dengan Rp 314,6 miliar.

Harga itu memang bukan masalah besar buat klub-klub yang dikabarkan menginginkan jasa Ozil. Karena itu, Allofs juga berupaya menahan si pemain sampai kontraknya benar-benar berakhir. "Kami sebenarnya tidak ingin melihat dia meninggalkan klub ini dengan status bebas transfer musim depan. Tapi, sudah pasti itu menjadi salah satu opsi kami," tukas Allofs.

Ozil sendiri tampaknya tidak keberatan dengan opsi tersebut. Dalam wawancara dengan Bild pekan lalu, dia menyiratkan keinginan untuk tetap tinggal di Bremen musim depan.

"Bremen ingin saya memenuhi kontrak. Saya juga berpendapat itu ide yang bagus. Saya tidak ingin buru-buru meninggalkan klub ini," ungkap Ozil. "Kemungkinan untuk perpanjangan kontrak belum tertutup sama sekali. Kalau memang tidak bisa untuk satu musim, setengah musim pun oke buat saya," tambah pemilik 16 caps bersama timnas Jerman tersebut.


Bremen Siap Lepas Oezil

Werder Bremen mengaku tak mampu membendung keberminatan klub-klub besar terhadap pemainnya yang bersinar di Piala Dunia 2010, Mesut Oezil. Bremen mengaku tidak punya cukup dana untuk mempertahankan pemain berusia 21 tahun itu.
Bagi Bremen, kecemerlangan Oezil muncul di saat yang tidak tepat. Bagaimana tidak, nama pemain keturunan Turki itu tiba-tiba mencuat saat kontraknya bersama Bremen tinggal tersisa setahun.

Klub peraih empat titel Bundesliga itu terang-terangan tidak mampu menyaingi kekuatan dana klub-klub yang mengincar Oezil. Alhasil, alih-alih kehilangan Oezil secara cuma-cuma pada musim depan, Bremen menyatakan siap melego Oezil pada musim ini.

"Saya bisa meramal bahwa kami akan menerima tawaran dari beberapa klub pada beberapa minggu ke depan atau sebelum berakhirnya tenggat waktu transfer," tandas manajer umum Bremen, Klaus Allofs, dikutip Daily Mail.

"Jika tawaran yang konkret datang, kami punya kewajiban berbicara kepada Mesut dan agennya untuk mengetahui apa yang mereka inginkan. Kami tidak bisa merubah kebijakan transfer kami. Kami tidak mampu (mempertahankan Oezil)," tambahnya.

Allofs bukan tidak berusaha mempertahankan Oezil. Dia mengaku telah menawarkan perpanjangan kontrak kepada eks Schalke itu, namun negosiasi mengalami jalan buntu.

"Kami telah bertemu dengan Mesut, meskipun begitu kami gagal menemukan solusi dalam diskusi tersebut. Kami telah menyajikan beberapa opsi, tapi masalah ini belum berakhir," pungkasnya.

Harga pemilik 16 cap Die Panzer itu ditaksir berada pada kisaran 20 juta pound. Empat klub Premier League, yakni Arsenal, Chelsea, Manchester City, dan Manchester United, dikabarkan menjadi yang terdepan untuk mendapatkan sang playmaker.


Bremen Buka Pintu Negosiasi untuk Ozil

 


Foto: Mesut Ozil/Reuters
BREMEN - Tak seperti sikap klub lain yang akan mempertahankan mati-matian pemain andalannya, Werder Bremen justru menyatakan siap melepas bintang mudanta Mesut Ozil. Manajemen Bremen bahkan telah siap membuka pintu negosiasi kepada klub yang berminat. Sejak tampil impresif kala mengantar timnas Jerman menempati juara tiga Piala Dunia 2010, nama Ozil memang langsung melejit. Playmaker 21 tahun berdarah Turki ini menjadi bidikan sejumlah klub elit Eropa. Dalam hal ini, dua raksasa Manchester United dan Real Madrid kabarnya berada di garis terdepan untuk mengamankan servis Ozil.
Sadar bintang mudanya tengah menjadi bidikan klub elit yang kemungkinan bakal menawar dengan banderol selangit, kubu Bremen pun menyatakan siap membuka pintu negosiasi. GM Bremen, Klaus Allofs bahkan mengaku akan mempertimbangkan tawaran yang masuk, kendati ia juga berharap klubnya mempertahankan pemain yang kontraknya menyisakan satu tahun ke depan ini. “Saya sudah bisa memikirkan bahwa kami akan mendapat tawaran dalam beberapa pekan ke depan, atau sesaat sebelum jendela transfer musim panas ini ditutup,” ujar Allofs sebagaimana dikutip Sky Sports, Senin (19/7/2010). “Jika sesuatu yang konkrit datang, kami memiliki tugas untuk membicarakannya dengan Ozil dan penasihatnya untuk mengetahui apa yang mereka inginkan. Kami memang tak akan mengubah kebijakan kami,” tuturnya. Di kesempatan berbeda, media Jerman, Bild melaporkan bahwa Ozil akan tetap bertahan di Bremen karena kedua kubu telah menjalin kesepakatan terkait perpanjangan kontraknya. Namun, kabar ini segera dibantah Allofs yang menekankan kedua kubu belum mencapai kesepakatan. “Kami telah mengatur jadwal pertemuan dengan Mesut, tapi, selama kami berdiskusi, kami belum menemukan solusi. Kami telah mengajukan keinginan kami, tapi hal itu belum mendapat tanggapan. Jadi semuanya belum jelas,” tutup Allofs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar