Rabu, 21 Juli 2010

Seputar piala dunia 2010

Becks Ogah Latih Inggris

Di mata Beckham, Fabio Capello bukanlah penyebab bencana Inggris di Piala Dunia 2010. Bekas Kapten The Three Lions itu menyatakan para pemain yang seharusnya bertanggungjawab.

Perjalanan skuad Union Jack di Afrika Selatan memang disebut terburuk sepanjang sejarah keterlibatan mereka di ajang Piala Dunia. Hanya memetik satu kemenangan di fase penyisihan grup dan tersingkir memalukan di babak 16 besar setelah dibungkam Jerman 4-1. Prestasi sangat minor itu dihiasi krisis internal di kamar ganti dan parahnya Don Fabio-lah yang menjadi sasaran pusat kritikan.

Melihat realita yang ada, Beckham bersikeras membela Capello. Dia bilang, para pemainlah yang harus disalahkan atas penampilan buruk Inggris.

“Tanpa ada keraguan itu adalah keputusan tepat bagi Capello untuk tetap bertahan di Inggris. Ketika pemain memasuki lapangan maka itu menjadi tanggung jawab pemain untuk tampil baik. Mereka semua menyadari kalau mereka tidak bermain dan tampil cukup bagus. Itulah kenapa kami tidak bisa melangkah lebih jauh di kompetisi kemarin,” beber suami Victoria Adams itu panjang lebar dilansir BBC.

Ditegaskannya, nasib Inggris semuanya ditentukan oleh pemain, cukupnya persiapan dan segala sesuatu yang dilakukan manajer dan jajaran staf. Hal itu dipandang Beckham sudah dilakukan sempurna oleh Capello.

“Di belakang layar saat pelatihan kami sangat sempurna. Kami hanya tidak tampil baik saat pertandingan.”

Lantas, apakah masa depan Three Lions akan suram? Dia hanya meyakini kalau beberapa pemain muda akan tampil pada kualifikasi Piala Eropa. Beckham juga berharap cedera pergelangan kaki yang membebatnya segera pulih sehingga dirinya bisa merumput.

“Tidak perlu ada perombakan dan kebutuhan untuk perubahan besar di dalam tim. Saya belum siap untuk mundur. Tapi, jika saya tidak terpilih lagi, maka saya akan bangga dengan rekor saya, 100 kali menjadi pemain utama dalam 115 penampilan. Tapi saya tetap yakin akan mendapat bagian untuk bermain,” tegas Beckham.

Ogah Melatih

Meski menyatakan keinginan tetap bermain untuk Inggris di Piala Eropa 2012, Beckham mengaku tak tertarik melatih Inggris. Becks ikut dibawa Capello sebagai anggota tak resmi Inggris di Afsel setelah mengalami cedera yang membuatnya tidak bisa bermain.

Kedatangannya di Afsel sekaligus menjalankan perannya sebagai duta Inggris dalam kampanye perebutan tuan rumah Piala Dunia 2018. Peran Beckham bersama Inggris di Afsel menimbulkan spekulasi kalau bintang LA Galaxy itu suatu saat akan masuk ke dalam manajemen.

Tapi legenda Manchester United itu mengatakan, dia lebih memilih untuk melatih anak-anak di akademi sepakbola yang didirikannya. “Kursi manajemen bukan sesuatu yang saya inginkan dan bukan hal yang menjadi bahan pemikiran saya juga,” kata Beckham.

“Saya senang melatih anak-anak, semua orang mengetahuinya, tetapi menjadi seorang manajer... tidak. Saya punya keinginan lain yang ingin saya capai sebelum yang lainnya. Sekali lagi, ketika saya berhenti bermain, saya tetap ingin terlibat dalam sepakbola dalam beragam cara tapi saya kira bukan menjadi seorang manajer,” pungkasnya.



Donadoni Bakar Semangat La Nazionale

Kegagalan Italia di Piala Dunia membuat mereka terlem­par dari urutan 10 besar daftar peringkat FIFA. Meski demiki­an, Gli Azzurri diyakini akan mampu bangkit dan membaik di era yang baru.

Italia mencetak sejarah buruk di Piala Dunia 2010 dengan dua hasil seri dan satu kali kalah di tiga pertandingan fase grup. Me­reka tidak lolos ke putaran ke­dua, dan itu terjadi dalam status mereka sebagai juara bertahan.

“Ini adalah sebuah kegagalan yang membuat semua orang ma­rah,” cetus bekas pemain dan pe­latih timnas Italia, Roberto Do­nadoni, seperti dilansir Football Italia.

“Bagaimanapun juga kita ha­rus melihat masa depan, untuk mem­percayai sesuatu yang baik dan penting dapat dibangun,” sam­bungnya.

Pasca tersingkir cepat di Afri­ka Selatan, komando kepelatihan segera dioper dari Marcello Lip­pi ke Cesare Prandelli. Nama ter­akhir diyakini Donadoni bisa mem­beri sesuatu yang baru Ita­lia, yang saat ini cuma ada di po­sisi ke-11 peringkat FIFA.

“Sekarang ada Prandelli, pela­tih luar biasa, yang akan mela­kukan sesuatu yang diperlukan,” lanjut Donadoni yang juga per­nah melatih timnas Italia usai Pia­la Dunia 2006, sebelum dipe­cat setelah timnya kalah adu pe­nal­ti dari Spanyol di perem­pat­final Euro 2008.

Di lain sisi, Prandelli kembali mengutarakan rasa hormat pada suksesornya, Marcello Lippi, yang telah mewariskan tugas un­tuk membina La Nazionale un­tuk beberapa waktu ke depan.

“Rasa hormat saya berikan pada Marcello Lippi karena mem­beri perubahan besar bagi tim nasional dan mentalitas yang kuat pada para pemain,” ujar Prandelli.

“Melatih La Nazionale adalah poin tertinggi dalam karir saya. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih pada Giancarlo Abe­te dan para staf dari FIGC yang telah mempercayakan tang­gung jawab ini pada saya. Me­mang banyak kesulitan, tapi saya ingin mulai dengan rasa opti­mis dan rendah hati,” jelasnya.

Bekas pemain Juventus yang memberi gelar scudetto untuk Si Nyonya Besar pada tahun 1981, 1982, dan 1984 itu mengaku te­lah mengantungi sejumlah nama pemain untuk dimasukkan ke da­lam skuad Italia menjelang kua­lifikasi Euro 2012.

“Saya harap semua pemain yang dipanggil bisa memahami bahwa mereka tidak mewakili di­rinya sendiri, melainkan nega­ra­nya,” ucapnya.



Situs FIFA Banjir Kunjungan

Meski dikritik habis soal ke­pemimpinan wasit, hujan kartu sampai tragedi offside, FIFA te­tap menorehkan catatan manis. Ini tentang situs resmi badan otonomi sepakbola terbesar di dunia itu yang dikunjugi serta diunduh ratusan juta orang dari seluruh dunia.

The Guardian melaporkan, ba­nyaknya orang yang mem­bu­tuhkan informasi mengenai Piala Dunia 2010 berkunjung ke situs resmi FIFA. Alhasil si­tus tersebut mengalami lon­ja­kan dan tercatat 150 juta orang (users) pernah berkunjung se­lama turnamen berlangsung.

Selain itu, halaman FIFA.­com tercatat memiliki 7 miliar pageviews selama turnamen ber­langsung. Itu artinya, situs ter­sebut dikunjungi 410 juta kali setiap harinya dalam 31 hari.

Lonjakan jumlah pengun­jung situs naik tiga kali lipat dibanding 2006 silam. Arus kun­jungan ke situs FIFA men­capai puncak saat laga penyi­sihan antara Inggris melawan Amerika Serikat, di mana ang­ka rata-ratanya adalah satu juta kali dalam satu detik.

Sebagai satu-satunya situs resmi Piala Dunia, FIFA.com me­mang berinovasi agar lebih interaktif dan informatif bagi pengunjung.

Bahkan, untuk pertama ka­linya masyarakat dunia bisa me­­milih sendiri ka­tegori Man of the Match dalam semua laga Piala Dunia.

Menurut lembaga pemantau situs Nielsen, negara yang pa­ling banyak mengakses FIFA.­com adalah Brasil dimana seki­tar 7 persen dari populasi user sebagian besar berasal dari tuan rumah Piala Dunia 2014 terse­but. Sedangkan di urutan kedua populasi terbanyak adalah Ing­gris (6,9 persen), Swiss (6,1 per­sen), Jerman (6 persen) dan Aus­tralia (5,6 persen).

Selain situs resmi, FIFA juga berinteraksi melalui Twitter. Selama Piala Dunia, ID Twitter FIFAcom memiliki 220.000 pengikut (follower).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar