Rabu, 21 Juli 2010

Seputar piala dunia 2010

Aksi Hernandez Dinanti Ferguson

Sebelum tampil di Piala Du­nia 2010, Javier Hernandez su­dah memastikan hijrah ke Man­chester United. Diluar dugaan, Hernandez tampil cemerlang ber­sama Meksiko dengan men­ce­tak dua gol. Klub asal Man­ches­ter itu pun semakin mantap dengan pilihan mereka itu.

Jika dibandingkan pemain United lain yang juga berlaga di Piala Dunia 2010, performa Javi Hernandez bisa dikatakan yang paling baik karena kontribusinya paling nyata di tim. Bahkan stri­ker andalan Setan Merah, Wayne Rooney pun kontribusinya ke­pada tim Inggris masih kalah jauh dibanding pemain berusia 23 tahun tersebut dengan tak bisa mencetak satu gol pun.

Tak salah jika kemudian sang arsitek MU Alex Ferguson tak sab­ar untuk bisa melihat penam­pilan pemain muda Meksiko itu di Old Trafford.

“Satu pemain yang akan ber­gabung ke sini dengan efek po­sitif, karena ia menjalani mo­men­tum Piala Dunia dengan baik adalah Hernandez. Ia ber­main sangat baik dan menge­jut­kan banyak orang,” kata Fer­guson seperti dikutip The Sun, Jumat (16/7).

“Jadi, ketika kami haus meng­hadapi dengan sejumlah kekece­waan dari pemain seperti Wayne Rooney, Nemanja Vidic dan Pa­tri­ce Evra, saya menilai masih akan ada efek positif dari hadir­nya Javier,” tandasnya.



Hitzfeld Gantung Jas di Tahun 2012


Usai kegagalan di Piala Dunia Afsel, pelatih Swiss Ottmar Hitzfeld rupanya tetap optimis akan timnya. Dia menyatakan akan membawa Schweizer Nati lolos ke Piala Eropa 2012 sebe­lum akhirnya pensiun.

“Masih ada dua tahun lagi bersama Swiss dan saya mena­tap Euro 2012. Setelahnya, saya akan pensiun dari sepak­bola,” ujar Hitzfeld kepada TZ Online.

Meski mengaku kecewa lan­taran gagal mengantarkan Swiss lolos dari babak penyisi­han grup Piala Dunia 2010, Hitz­feld masih mengincar pres­t­asi tinggi di Piala Eropa 2012 yang dige­lar di Polandia-Ukraina.

“Setiap pelatih yang bertugas pada sebuah tim selalu ingin berjuang meraih gelar. Namun, saya takkan menjalin kontrak dengan Jerman atau timnas mana pun dalam waktu dekat,” kata pelatih asal Jerman terse­but. “Saya pernah didekati be­be­rapa tim besar, tapi tawaran itu selalu datang pada saat yang salah,” tambahnya.

Bekas pelatih Borussia Dort­mund dan Bayern Muen­chen tersebut ditunjuk menjadi pela­tih Swiss pada tahun 2008 dan sukses membawa mereka puta­ran final Piala Dunia 2010 lalu. Di Piala Dunia tersebut, Swiss adalah satu-satunya tim yang berhasil mengalahkan juara Eropa dan dunia Spanyol pada Pia­la Dunia lalu. Sayang mere­ka langsung tersingkir di fase grup.

Hitzfeld menghabiskan ham­pir seluruh karir bermainnya di liga Swiss. Setelah gantung se­patu, Hitzfeld menjajal ke­mam­puannya untuk melatih. Ber­bekal pengalaman sukses melatih Zug dan Aarau, Hitz­feld dipercaya melatih klub elit Swiss, Grasshopper Zurich yang selama 1988-1991 mem­per­sembahkan empat tropi. Pada 1991, Hitzfeld kembali ke Jerman dengan melatih Dort­mund dan sukses memberikan dua gelar Bundesliga, satu tropi Liga Champions dan satu Piala Interkontinental.

Bersama Ernst Happel dan Jose Mourinho, dia menjadi salah satu dari tiga pelatih di dunia yang sukses menyabet gelar Liga Champions di dua klub berbeda.


Motsimane Geser Posisi Parreira

Afrika Selatan telah menda­patkan pengganti Carlos Alber­to Parreira. Adalah Pitso Mosi­mane yang ditunjuk sebagai pe­latih baru dan diikat kontrak selama empat tahun.

Pria berusia 45 tahun ini te­lah resmi menggantikan posi­si­n­ya Parriera setelah sempat em­pat tahun menjadi asisten pe­latih asal Brasil ini. Tugas be­rat menanti Mosimane, yak­ni membawa tim Bafana Ba­fana ke Piala Dunia selanjutnya di Brasil 2014.

Pengangkatan Mosimane membuat Asosiasi Sepakbola Afsel (SAFA) menepati janji­nya mengangkat pelatih lokal. Mosi­mane pun merasa tersan­jung atas kepercayaan dirinya untuk me­nangani tim Bafana Bafana.

“Saya merasa istimewa meng­­gantikan Carlos Alberto Parreira. Saya berterima kasih kepada keduanya Asosiasi Se­pakbola dan Parreira yang per­caya pada saya dan saya orang yang tepat mengisi posisi ini,” ungkap Mosimane seperti di­lansir Reuters.

Presiden (SAFA) Kirsten Ne­mantandani mengatakan ke­dua pihak sudah menemukan kata sepakat dan tinggal me­nye­lesaikan masalah admi­nistrasi. “Kami sudah menda­pat rekomendasi dari komite teknis (untuk merekrut Pitso). Sekarang yang harus kami la­kukan adalah menyelesaikan per­masalahan kontrak seperti bo­nus, gaji, dan beberapa hal lain­nya,” kata Nemantandani.

Dia menambahkan, pelun­cu­ran Mosimane sebagai pelatih baru akan dilakukan setelah pe­nan­datanganan kontrak. Ia be­lum memberikan jadwal pas­tinya. “Secepat mungkin kami memperkenalkan Pitso kepada Andasetelah urusan hitam di atas putih selesai,” ujarnya se­raya mengatakan SAFA tidak akan mengintervensi Mosima­ne da­lam melaksanakan tugasnya.

Tugas pertama Mosimane adalah melewati kualifikasi un­tuk lolos ke putaran final Piala Afrika 2012. Laga kualifikasi ini akan dimulai pada Septem­ber nanti dimana saat laga kandang mereka menghadapi Nigeria.

Di bawah kendali Perreira, Afsel gagal menuai ekspektasi publik sebagai tim tuan rumah Piala Dunia 2010 lalu. Mereka harus tersingkir dari penyisihan grup A setelah hanya meraih satu kemenangan, yakni saat melawan tim Ayam Jantan Pran­cis dengan skor 2 – 1.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar